Belajar dari Sejarah Zulaikha Istri Sang Jenderal Mesir Membalikkan Fakta

loading...
Belajar dari Sejarah Zulaikha Istri Sang Jenderal Mesir Membalikkan Fakta
Dalam satu kajiannya, Ustaz Miftah el-Banjari menceritakan hikmah dan pelajaran berharga dari kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, istri sang Jenderal Dinasti Mesir. Foto/Ist
Tg DR Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab,
Pimpinan Majelis Dalail Khairat Indonesia-Malaysia

Manakala Yusuf gagal digoda Zulaikha, istri Quthifar sang Jenderal Dinasti Fir'aun Mesir itu membuat skenario jahat berbalik arah menuduh bahwa ia akan diperkosa oleh Yusuf; anak baik yang menjaga kehormatan dirinya.

Zulaikha yang oleh Al-Qur'an menyebutnya Imra'atul Aziz (istri pembesar) sembari menangis menyatakan dia akan dilecehkan, ketika dia sedang terancam ketahuan sang jenderal berbuat nista.

Zulaikha berpura-pura terzalimi sambil menangis mengiba pada sang suami yang berpangkat Jenderal itu dengan redaksi kata yang diabadikan di dalam Al-Qur'an:

قَالَتۡ مَا جَزَاۤءُ مَنۡ أَرَادَ بِأَهۡلِكَ سُوۤءًا إِلَّاۤ أَن یُسۡجَنَ أَوۡ عَذَابٌ أَلِیمࣱ

Artinya: "Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?" (QS Yusuf Ayat 25)

Untungnya sang Jenderal tak mudah terhasut dan terprovokasi oleh aduan sang istri, lalu kemudian menarik pedangnya untuk segera mengeksekusi Yusuf. Tidak!

Andai Quthifar punya sifat tempramen tinggi mungkin saja dia akan segera menghunus pedangnya untuk membunuh Yusuf atau istilah kata sekarang dia punya pistol dia akan menembakkan dengan senjata apinya. Tidak!

Sang Jenderal Quthifar tak gegabah dan mudah terhasut, terkecuali setelah mempelajari fakta dan saksi yang ada.

Setelah dia mempelajari fakta-faktanya yang ada, dia pun menerima semua kesaksian secara adil dan berimbang. Bijak arifnya, sang Jenderal masih mau berkenan mendengarkan pembelaan Yusuf serta saksi lainnya:

قَالَ هِیَ رَ ٰ⁠وَدَتۡنِی عَن نَّفۡسِیۚ وَشَهِدَ شَاهِدࣱ مِّنۡ أَهۡلِهَاۤ إِن كَانَ قَمِیصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلࣲ فَصَدَقَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلۡكَـٰذِبِینَ

Artinya: "Dia (Yusuf) berkata, "Dia yang menggodaku dan merayu diriku." Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, "Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta." (QS Yusuf Ayat 26)

وَإِن كَانَ قَمِیصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرࣲ فَكَذَبَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِینَ

Artinya: "Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar." (QS. Yusuf Ayat 27)

Dan jika baju gamisnya Nabi Yusuf koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta karena telah berkata bohong, dan beliau –Nabi Yusuf– termasuk orang yang benar perkataannya."

فَلَمَّا رَءَا قَمِیصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرࣲ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَیۡدِكُنَّۖ إِنَّ كَیۡدَكُنَّ عَظِیمࣱ

Artinya: "Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia berkata, "Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat." (QS. Yusuf Ayat 28)

یُوسُفُ أَعۡرِضۡ عَنۡ هَـٰذَاۚ وَٱسۡتَغۡفِرِی لِذَنۢبِكِۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلۡخَاطِـِٔینَ

Artinya: "Wahai Yusuf! "Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah." (QS. Yusuf Ayat 29)

Mukjizat Al-Qur'an Melahirkan Ilmu Semiotika Kriminal
Kemukjizatan Al-Qur'an mengetengahkan dialog-dialog investegatif seperti terlihat pada ayat di atas telah melahirkan ilmu baru dalam kajian semiotika kriminal atau disiplin keilmuan tanda-tanda menyingkap kebohongan pelaku kriminal.
halaman ke-1
preload video