Kisah Korban Pembunuhan Menuntut Balas pada Hari Kiamat
Selasa, 06 September 2022 - 12:54 WIB
loading...
Orang yang mati terbunuh, pada hari kiamat kelak akan mencari pembunuhnya untuk menuntut balas. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Korban pembunuhan di dunia ternyata bakal menuntut balas di akhirat pada hari kiamat kelak. Hal ini berdasarkan hadis dari Abdullah bin Mas'ud. Dalam hadis ini disebutkan bahwa seorang korban pembunuhan, pada Hari Kiamat kelak akan mencari pembunuhnya untuk menuntut balas.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar dalam bukunya berjudul "Ashash al Ghaib fii Shahih al-Hadits an-Nabawi" dan telah diterjemahkan Drs Asmuni menjadi "Kisah-Kisah Gaib dalam Hadits Shahih" memaparkansebuah hadis yang berisi dua kasus pembunuhan.
Pertama, pengaduan korban adalah orang kafir yang dibunuh seorang mukmin. Kedua, korban seorang mukmin yang dibunuh atas dasar kebatilan.
Baca juga: Kisah-Kisah Mengharukan Jelang Wafatnya Rasulullah SAW
Hadis tersebut diriwayatkan An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Tahrim Ad-Dam, Bab “Ta'zhim Ad-Dam", nomor hadits 3997. Juga ada dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, nomor hadits 3731. Al-Albani menshahihkan hadits ini.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar mengatakan dalam hadis ini Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita bahwa orang yang terbunuh pada Hari Kiamat akan datang ke hadapan Rabb Yang Maha Perkasa dengan menggamit tangan orang yang telah membunuhnya.
Korban pembunuhan itu berkata, “Wahai Rabbku, orang ini yang telah membunuhku.”
Sedangkan dalam riwayat dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang korban pembunuhan datang menggamit pembunuhnya dengan urat lehernya yang terus-menerus mengucurkan darah, dia berkata: “Wahai Rabbku, tanyakanlah kepada orang ini alasan apa dia membunuhku.”
Maka pembunuh itu berkata, “Aku membunuhnya agar izzah menjadi milik-Mu.” Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya itu milik-Ku.”
Menurut Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar, pembunuh yang ini adalah seorang mujahid di jalan Allah. Sedangkan si terbunuh adalah seorang kafir yang membangkang dan keras kepala kepada Allah dan para Rasul-Nya sehingga pembunuhan atas dirinya adalah sesuatu menjadikan Allah ridha dan menyebabkan pahala bagi pembunuhnya. Dengan demikian, maka si terbunuh mengalami kerugian dalam urusannya dan menanglah si pembunuh.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar dalam bukunya berjudul "Ashash al Ghaib fii Shahih al-Hadits an-Nabawi" dan telah diterjemahkan Drs Asmuni menjadi "Kisah-Kisah Gaib dalam Hadits Shahih" memaparkansebuah hadis yang berisi dua kasus pembunuhan.
Pertama, pengaduan korban adalah orang kafir yang dibunuh seorang mukmin. Kedua, korban seorang mukmin yang dibunuh atas dasar kebatilan.
Baca juga: Kisah-Kisah Mengharukan Jelang Wafatnya Rasulullah SAW
Hadis tersebut diriwayatkan An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Tahrim Ad-Dam, Bab “Ta'zhim Ad-Dam", nomor hadits 3997. Juga ada dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, nomor hadits 3731. Al-Albani menshahihkan hadits ini.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar mengatakan dalam hadis ini Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita bahwa orang yang terbunuh pada Hari Kiamat akan datang ke hadapan Rabb Yang Maha Perkasa dengan menggamit tangan orang yang telah membunuhnya.
Korban pembunuhan itu berkata, “Wahai Rabbku, orang ini yang telah membunuhku.”
Sedangkan dalam riwayat dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang korban pembunuhan datang menggamit pembunuhnya dengan urat lehernya yang terus-menerus mengucurkan darah, dia berkata: “Wahai Rabbku, tanyakanlah kepada orang ini alasan apa dia membunuhku.”
Maka pembunuh itu berkata, “Aku membunuhnya agar izzah menjadi milik-Mu.” Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya itu milik-Ku.”
Menurut Syaikh Umar Sulaiman Al-Asygar, pembunuh yang ini adalah seorang mujahid di jalan Allah. Sedangkan si terbunuh adalah seorang kafir yang membangkang dan keras kepala kepada Allah dan para Rasul-Nya sehingga pembunuhan atas dirinya adalah sesuatu menjadikan Allah ridha dan menyebabkan pahala bagi pembunuhnya. Dengan demikian, maka si terbunuh mengalami kerugian dalam urusannya dan menanglah si pembunuh.
Lihat Juga :