Kisah Korban Pembunuhan Menuntut Balas pada Hari Kiamat
Selasa, 06 September 2022 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Lalu orang lain datang membawa pembunuh dirinya dengan urat leher yang terus-menerus mengucurkan darah, lalu dia berkata, “Wahai Rabbku, tanya orang ini, alasan apa dia membunuhku?"
Allah lalu menanyainya dan dia menjawab, “Agar izzah menjadi milik Fulan.” Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya itu bukan milik Fulan.” Maka, dia pun mengakui dosanya.
Baca juga: Kisah-Kisah Ketika Roh Bekerja Melalui Mimpi
Pembunuh yang ini melakukan pembunuhan dengan dasar kebatilan. Dia membunuh karena hawa nafsunya atau hawa nafsu orang lain untuk memuliakan Firaun di antara para Firaun, atau orang yang keras kepala di antara mereka yang keras kepala, atau untuk memuliakan suatu kabilah atas kabilah lain. Yang demikian ini sesat dalam upayanya dan telah bertindak melakukan apa-apa yang diharamkan oleh Allah berupa penumpahan darah, sehingga dia mengakui dosa orang yang membunuhnya.
Syaikh Umar Sulaiman menyebut beberapa ibrah, faidah, dan hukum-hukum dalam hadis ini.
1. Setiap jiwa para hamba itu terpelihara dan tidak boleh melampauinya dengan tindakan pembunuhan, kecuali diizinkan oleh Allah. Adapun para mujahid yang menumpahkan darah orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimatullah, mereka diganjar dengan pahala.
2. Jika seorang pembunuh bertobat dan kembali kepada Allah Ta'ala, maka tobatnya diterima. Kesahihan itu ditunjukkan oleh penerimaan tobat oleh Rabb Yang Maha Perkasa atas tobat pembunuh seratus nyawa. Juga penerimaan atas tobat orang-orang murtad yang ketika dalam keadaan murtad dia menumpahkan darah sebagian kaum Muslimin.
3. Hadis ini memberikan gambaran para hamba yang menuntut hak-haknya dari orang-orang yang menzaliminya di akhirat.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Allah lalu menanyainya dan dia menjawab, “Agar izzah menjadi milik Fulan.” Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya itu bukan milik Fulan.” Maka, dia pun mengakui dosanya.
Baca juga: Kisah-Kisah Ketika Roh Bekerja Melalui Mimpi
Pembunuh yang ini melakukan pembunuhan dengan dasar kebatilan. Dia membunuh karena hawa nafsunya atau hawa nafsu orang lain untuk memuliakan Firaun di antara para Firaun, atau orang yang keras kepala di antara mereka yang keras kepala, atau untuk memuliakan suatu kabilah atas kabilah lain. Yang demikian ini sesat dalam upayanya dan telah bertindak melakukan apa-apa yang diharamkan oleh Allah berupa penumpahan darah, sehingga dia mengakui dosa orang yang membunuhnya.
Syaikh Umar Sulaiman menyebut beberapa ibrah, faidah, dan hukum-hukum dalam hadis ini.
1. Setiap jiwa para hamba itu terpelihara dan tidak boleh melampauinya dengan tindakan pembunuhan, kecuali diizinkan oleh Allah. Adapun para mujahid yang menumpahkan darah orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimatullah, mereka diganjar dengan pahala.
2. Jika seorang pembunuh bertobat dan kembali kepada Allah Ta'ala, maka tobatnya diterima. Kesahihan itu ditunjukkan oleh penerimaan tobat oleh Rabb Yang Maha Perkasa atas tobat pembunuh seratus nyawa. Juga penerimaan atas tobat orang-orang murtad yang ketika dalam keadaan murtad dia menumpahkan darah sebagian kaum Muslimin.
3. Hadis ini memberikan gambaran para hamba yang menuntut hak-haknya dari orang-orang yang menzaliminya di akhirat.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
(mhy)
Lihat Juga :