Abu Nawas Bicara Soal Kemiskinan, Kekayaan, dan Cinta

Kamis, 02 Juli 2020 - 12:31 WIB
loading...
Abu Nawas Bicara Soal...
Apa yang akan kau lakukan di tempat sempit itu? Foto/Ilustrasi/Islam21c
A A A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Kisah Abu Nawas amat banyak. Ada yang konyol, lucu, dan satir.

Sebelum kita menyimak kisah Abu Nawas, mari kita apungkan dulu ingatan kita ke Socrates . Sang filsuf sejati ini yakin bahwa orang yang bijaksana dengan sendirinya akan hidup sederhana. Ia sendiri tidak memakai sepatu; namun ia terus-menerus tertarik oleh keramaian pasar dan sering pergi ke sana untuk melihat segala macam barang yang dipertontonkan.

Ketika salah seorang kawannya bertanya mengapa demikian, Socrates berkata, "Saya senang pergi ke sana untuk mengetahui berapa banyak barang yang meskipun tidak memilikinya, saya tetap gembira."

Hidup batin adalah tidak mengetahui apa yang engkau kehendaki tetapi memahami yang tidak engkau butuhkan.

Baca juga: Abu Nawas Mengubah Hidup Orang dan Menunjukkan Cara Melihat Setan

Alkisah, suatu ketika Abu Nawas melakukan perjalanan bersama seorang laki-laki. Laki-laki dalam cerita ini tidak disebutkan namanya, namun yang pasti laki-laki ini merupakan fakir miskin, bahkan saking miskinnya selembar tikar pun tak didapati keberadaannya di rumah laki-laki fakir miskin ini.

Baca juga: Abu Nawas Lapang Dada Kendati Dihina dan Dicaci Sesama Penyair

Singkat cerita, di tengah perjalanan, Abu Nawas dan si miskin tadi berpapasan dengan rombongan orang yang mengiringi jenazah. Sambil berjalan di belakang keranda, sang istri dari jenazah itu pun terus saja menangisi dan meratapi kepergian sang suami.(Baca juga: Bohongi Prajurit Kerajaan, Abu Nawas Ditangkap dan Diborgol )

Samar-samar namun tetap jelas, Abu Nawas dan si miskin menyimak suara ratapan dari istri jenazah tadi.

“Suamiku kenapa kau pergi? Apa yang akan kau lakukan di tempat sempit itu? Tempat yang bahkan selembar tikar pun tak ada di sana,” istri jenazah itu meratap.(Baca juga: Abu Nawas, Abu Wardah, dan Seorang Pengemis )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Kesaktian Benda Pusaka...
Kesaktian Benda Pusaka Mataram Timbulkan Banjir Bandang hingga Tenggelamkan Pasukan Lawan
Sisa-sisa Kulit Manusia...
Sisa-sisa Kulit Manusia Ditemukan di Situs Sejarah Ukraina
Patung Sphinx yang Terkubur...
Patung Sphinx yang Terkubur di California Ternyata Properti Peninggalan Film Bisu
Artikel Terkini
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved