Peringatan Allah untuk Manusia yang Tidak Bersyukur
Kamis, 15 September 2022 - 05:10 WIB
loading...
Bersyukur kepada Allah tidak cukup dengan hanya mengucap Alhamdulillah. Tetapi harus diiringi dengan amal perbuatan yang diridhai dan disukai Allah. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Alangkah sedikitnya manusia menyadari dan menginsyafi betapa besarnya nikmat dan karunia Allah. Umumnya manusia menganggap bahwa apa yang diperolehnya adalah hasil dari usahanya dan kecerdasan otaknya.
Banyak yang lupa bahwa Allah menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kelangsungan hidup manusia. Dia menyediakan bumi untuk tempat manusia tinggal di atasnya, berusaha dalam aturan yang digariskan dan diberi perlengkapan kehidupan.
Coba bayangkan jika air, udara, tumbuhan dan binatang tidak ada, bagaimana manusia dapat hidup. Siapa yang memberi sumber makanan dan minuman? Jika sumber air kering, siapa yang memberi manusia air mengalir? Siapakah yang memberi oksigen yang kita hirup?
Kemudian, siapakah yang menghamparkan bumi dan isinya? Siapakah yang menjadikan siang untuk berusaha dan malam untuk istirahat? Jika manusia membanggakan teknologi, siapakah yang memberi akal dan ilmu pengetahuan?
Andai manusia menghitung nikmat Allah, niscaya tidak ada yang mampu menghitungnya. Mari kita simak firman-Nya berikut ini:
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Artinya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim Ayat 34)
Allah mengingatkan manusia: "Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah Ayat 152)
Dalam Al-Qur'an, Allah berkali-kali mengatakan bahwa sedikit sekali manusia yang bersyukur.
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Banyak yang lupa bahwa Allah menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kelangsungan hidup manusia. Dia menyediakan bumi untuk tempat manusia tinggal di atasnya, berusaha dalam aturan yang digariskan dan diberi perlengkapan kehidupan.
Coba bayangkan jika air, udara, tumbuhan dan binatang tidak ada, bagaimana manusia dapat hidup. Siapa yang memberi sumber makanan dan minuman? Jika sumber air kering, siapa yang memberi manusia air mengalir? Siapakah yang memberi oksigen yang kita hirup?
Kemudian, siapakah yang menghamparkan bumi dan isinya? Siapakah yang menjadikan siang untuk berusaha dan malam untuk istirahat? Jika manusia membanggakan teknologi, siapakah yang memberi akal dan ilmu pengetahuan?
Andai manusia menghitung nikmat Allah, niscaya tidak ada yang mampu menghitungnya. Mari kita simak firman-Nya berikut ini:
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Artinya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim Ayat 34)
Allah mengingatkan manusia: "Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah Ayat 152)
Dalam Al-Qur'an, Allah berkali-kali mengatakan bahwa sedikit sekali manusia yang bersyukur.
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Lihat Juga :