Air Surga dari Orang Badui untuk Baginda Harun Al-Rasyid

Jum'at, 03 Juli 2020 - 06:17 WIB
loading...
Air Surga dari Orang...
Pada suatu hari, sebuah mata air muncul di padang pasir. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Harith, orang Badui, dan istrinya Nafisa, berpindah-pindah tempat membawa tendanya yang butut. Di mana pun ditemukannya tempat yang ditumbuhi beberapa kurma atau rumput belukar untuk untanya dan terdapat kolam air sekotor apa pun, pasti ia singgahi.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Kehidupan semacam itu telah mereka jalani bertahun-tahun lamanya, dan Harith jarang sekali melakukan sesuatu di luar kebiasaannya sehari-hari: menjerat tikus gurun untuk diambil kulitnya, memintal tali dari serat kurma untuk dijual kepada kafilah yang lewat.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga )

Namun, pada suatu hari, sebuah mata air muncul di padang pasir, dan Harith pun mencucukkan sedikit air ke mulutnya. Baginya, air itu terasa bagaikan air surga , sebab jauh lebih jernih dibandingkan air yang biasa diminumnya. Bagi kita, air itu akan terasa memualkan sebab sangat asin. "Air ini," katanya, "harus kubawa kepada seseorang yang bisa menghargainya." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang)

Segeralah ia berangkat ke Baghdad, ke istana Harun al-Rasyid . Ia berjalan terus tanpa berhenti kecuali untuk mengunyah beberapa buah kurma. Harith membawa dua kantong kulit kambing berisi air: satu untuk dirinya, yang lain untuk Khalifah.

Beberapa hari kemudian, sampailah ia di Baghdad, dan langsung menuju istana. Para pengawal istana mendengarkan ceritanya dan, hanya karena demikianlah aturan di istana, mereka membawanya ke pertemuan umum Raja Harun. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )

"Penguasa Kaum Setia," kata Harith, "Saya seorang Badui miskin, dan mengetahui segala macam air di padang pasir, meskipun aku mungkin hanya tahu sedikit tentang hal-hal lain. Saya baru saja menemukan Air Surga ini, dan karena menyadari bahwa air ini pantas dibawa kepada Tuan, maka saya pun segera membawanya kemari sebagai persembahan."

Harun Sang Terus-terang mencicipi air itu dan, karena ia memahami rakyatnya, ia menyuruh penjaga membawa Harith pergi dan mengurungnya sampai ia mengambil keputusan.

Baca juga: Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkan?

Kemudian, dipanggilnya kepala pengawal, dan berkata, "Yang bagi kita bukan apa-apa, baginya segala-galanya. Oleh karena itu, bawalah ia pergi dari istana pada malam hari. Jangan sampai dilihatnya Sungai Tigris yang dahsyat itu. Kawal orang itu sepanjang jalan menuju tendanya tanpa memberinya kesempatan mencicipi air murni. Kemudian, berilah ia seribu keping emas dan sampaikan terima kasihku untuk persembahannya itu. Katakan padanya bahwa ia adalah penjaga Air Surga, dan bahwa ia diperbolehkan atas namaku membagikan air itu kepada kafilah yang lewat, secara cuma-cuma."
(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Roti dan Permata )

Menurut Idries Shah , Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar dengan judul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi-- kisah ini juga dikenal sebagai 'Kisah tentang Dua Dunia.' (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan )

Kisah ini diceritakan oleh Abu al-Atahiyyah dari Suku Aniza (sezaman dengan Harun al-Rasyid dan pendiri Darwis Makhara (Kaum Suka Ria), yang namanya diabadikan dalam istilah Mascara dalam bahasa-bahasa Barat. Pengikutnya tersebar hingga ke Spanyol, Perancis, dan negeri-negeri lain. Al-Atahiyyah disebut sebagai 'Bapak puisi suci sastra Arab'. Ia wafat tahun 828.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
NASA Gunakan Kecerdasan...
NASA Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi Kiamat
Ilmuwan Yakin Iklim...
Ilmuwan Yakin Iklim di Bumi Berubah Akibat Anomali Antarbintang
Monumen Batu Minoa Berusia...
Monumen Batu Minoa Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved