Bahaya Memprioritaskan Dunia Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Senin, 26 September 2022 - 11:15 WIB
loading...
Al-Quran menyebutkan dunia adalah fitnah bagi manusia, karena itu jangan tertipu pada gemerlapnya yang semu. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Islam menegaskan bahwa terlalu tamak terhadap dunia dan memprioritaskan dunia adalah hal yang harus diwaspadai dan dihindari. Al-Qur'an juga menyebutkan dunia adalah fitnah bagi manusia . Karena itu jangan tertipu pada gemerlapnya yang semu.
Fiirman Allah dalam Al-Qur-an :
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (18). Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (19).” (QS. al-Israa : 18-19).
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
Dalam kitab 'Majaalihus Shaalihiin' karya Syaikh Aish A- Qarni, disebutkan dalam sebuah hadis bahwa dunia itu terlaknat, semua yang ada di dalamnya adalah terlaknat. Kecuali yang selalu zikir dan berzikir kepada Allah Ta'ala, yang selalu mendekat kepada Allah Ta'ala, dan orang yang senantiasa mencari ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan bahwa seandainya di sisi Allah dunia sama dengan sayap nyamuk, niscaya orang tertutup imannya dan kafir tidak akan mendapat satu teguk air pun darinya".
Dunia itu semakin dikejar maka akan semakin membuat seseorang tidak puas terhadapnya. Manusia akan selalu merasa tidak cukup puas dengan apa yang dimilikinya. Jika seandainya manusia diberikan satu lembah harta, maka niscaya ia akan menginginkan untuk bisa memiliki yang lebih dari itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seandainya manusia memiliki satu lembah harta, sungguh ia akan berambisi untuk memiliki lembah yang kedua. Dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, maka sungguh ia akan berambisi untuk memiliki yang ketiga. Dan tidak ada yang membuat penuh perut manusia (puas) kecuali tanah (mati).” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani).
Fiirman Allah dalam Al-Qur-an :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا. وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (18). Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (19).” (QS. al-Israa : 18-19).
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
Dalam kitab 'Majaalihus Shaalihiin' karya Syaikh Aish A- Qarni, disebutkan dalam sebuah hadis bahwa dunia itu terlaknat, semua yang ada di dalamnya adalah terlaknat. Kecuali yang selalu zikir dan berzikir kepada Allah Ta'ala, yang selalu mendekat kepada Allah Ta'ala, dan orang yang senantiasa mencari ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan bahwa seandainya di sisi Allah dunia sama dengan sayap nyamuk, niscaya orang tertutup imannya dan kafir tidak akan mendapat satu teguk air pun darinya".
Dunia itu semakin dikejar maka akan semakin membuat seseorang tidak puas terhadapnya. Manusia akan selalu merasa tidak cukup puas dengan apa yang dimilikinya. Jika seandainya manusia diberikan satu lembah harta, maka niscaya ia akan menginginkan untuk bisa memiliki yang lebih dari itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seandainya manusia memiliki satu lembah harta, sungguh ia akan berambisi untuk memiliki lembah yang kedua. Dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, maka sungguh ia akan berambisi untuk memiliki yang ketiga. Dan tidak ada yang membuat penuh perut manusia (puas) kecuali tanah (mati).” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani).
Lihat Juga :