alexametrics

Kisah Sufi

Gelandangan di Tempat Penjual Wangi-wangian

loading...
Gelandangan di Tempat Penjual Wangi-wangian
Gelandangan kota. Foto/Ilustrasi/Photos Speak
SEORANG gelandangan, yang sedang berjalan-jalan di tempat orang berjualan wangi-wangian, tiba-tiba jatuh tersungkur seolah-olah mati. Orang-orang berusaha menyadarkannya dengan bau-bauan wangi, namun keadaannya malah semakin buruk.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Akhirnya, seorang bekas gelandangan datang, dan mengetahui keadaan itu. Ia menyodorkan sesuatu yang kotor di lubang hidung orang itu dan segera saja ia siuman, serunya, "Ini baru wangi-wangian!" (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga)

Saudara harus mempersiapkan diri untuk masa peralihan, di mana tak ada apa pun yang sudah biasa Saudara temui. Setelah mati, Saudara harus menanggapi rangsangan yang di dunia ini. Saudara punya kesempatan untuk sedikit merasakannya.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang)



Kalau Saudara tetap terikat pada beberapa hal yang dengannya Saudara terbiasa, hal itu hanya akan membuat Saudara sengsara, sama seperti wang-wangian tadi yang tidak berfaedah bagi si gelandangan di jalan tempat penjual wangi-wangian.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen)

Menurut Idries Shah dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar dengan judul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi-- perumpamaan ini cukup jelas maknanya. Ghazali mempergunakannya pada abad kesebelas dalam Al-Kimia Kebahagiaan untuk menggaris bawahi ajaran sufi bahwa hanya beberapa dari sekian benda yang kita akrabi yang memiliki pertalian dengan 'dimensi lain'.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan)
(mhy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
اِنَّمَا يُرِيۡدُ الشَّيۡطٰنُ اَنۡ يُّوۡقِعَ بَيۡنَكُمُ الۡعَدَاوَةَ وَالۡبَغۡضَآءَ فِى الۡخَمۡرِ وَالۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ‌ ۚ فَهَلۡ اَنۡـتُمۡ مُّنۡتَهُوۡنَ
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

(QS. Al-Maidah:91)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak