Kontroversi Kitab Barzanji: Nur Muhammad yang Picu Perdebatan
Senin, 03 Oktober 2022 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allâh berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu ( QS ath-Thalâq/65 :12)
Allah Taala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah ( QS Shad/38 :27)”
Baca juga: 11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad
Kembalikan ke Al-Qur'an
Terkait hal ini, laman resmi Muhammadiyah juga mendudukkan masalah ini, kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah al-Maqbulah. Selanjutnya disampaikan sejumlah ayat al-Quran perihal pencipaan manusia.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.” [ QS. Ali Imran, 3 : 59].
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلاً وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” [ QS. Al-An’am, 6 : 2].
قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلاً
“Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” [ QS. Al-Kahfi, 18 : 37].
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” [ QS. Ar-Rum, 30 : 20].
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخاً وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى مِن قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلاً مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” [ QS. al-Mu’min, 40 : 67].
أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ. فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ. إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ.
“Bukankah kami menciptakan kamu dari air yang hina (air mani)? Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan.” [ QS. Al-Mursalat, 77 : 20-22].
Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari nutfah, termasuk juga para khalifah yang empat; Abu Bakr bin Abi Qahafah ra, Umar bin Khathab ra, Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra.
Penjelasan tersebut diungkapkan pula pada ayat-ayat lainnya, seperti: an-Nisa (4): 1, an-Nahl (16): 4, an-Nur (24): 45, al-Furqon (25): 54, ar-Rahman (55): 14 dan 15, al-Qiyamah (75): 38, al-Alaq (96): 2, al-Isra’ (17): 61, al-A’raf (7): 12, Shad (38): 76, al-Hijr (15): 33, Fathir, (35): 11, al-Mu’minun (23): 12 dan 14, al-Insan (76): 2, Yasin (36): 77, ash-Shaffat (37): 11, as-Sajdah (32): 7, ath-Thariq (86): 6, dan al-Hijr (15): 28.
"Karena al-Quran adalah sumber pokok yang wajib diyakini kebenarannya, maka kami berpendapat bahwa apa yang dijelaskan oleh al-Quran itulah yang benar," demikian Muhammadiyah.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Allah Taala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah ( QS Shad/38 :27)”
Baca juga: 11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad
Kembalikan ke Al-Qur'an
Terkait hal ini, laman resmi Muhammadiyah juga mendudukkan masalah ini, kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah al-Maqbulah. Selanjutnya disampaikan sejumlah ayat al-Quran perihal pencipaan manusia.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.” [ QS. Ali Imran, 3 : 59].
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلاً وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” [ QS. Al-An’am, 6 : 2].
قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلاً
“Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” [ QS. Al-Kahfi, 18 : 37].
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” [ QS. Ar-Rum, 30 : 20].
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخاً وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى مِن قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلاً مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” [ QS. al-Mu’min, 40 : 67].
أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ. فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ. إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ.
“Bukankah kami menciptakan kamu dari air yang hina (air mani)? Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan.” [ QS. Al-Mursalat, 77 : 20-22].
Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari nutfah, termasuk juga para khalifah yang empat; Abu Bakr bin Abi Qahafah ra, Umar bin Khathab ra, Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra.
Penjelasan tersebut diungkapkan pula pada ayat-ayat lainnya, seperti: an-Nisa (4): 1, an-Nahl (16): 4, an-Nur (24): 45, al-Furqon (25): 54, ar-Rahman (55): 14 dan 15, al-Qiyamah (75): 38, al-Alaq (96): 2, al-Isra’ (17): 61, al-A’raf (7): 12, Shad (38): 76, al-Hijr (15): 33, Fathir, (35): 11, al-Mu’minun (23): 12 dan 14, al-Insan (76): 2, Yasin (36): 77, ash-Shaffat (37): 11, as-Sajdah (32): 7, ath-Thariq (86): 6, dan al-Hijr (15): 28.
"Karena al-Quran adalah sumber pokok yang wajib diyakini kebenarannya, maka kami berpendapat bahwa apa yang dijelaskan oleh al-Quran itulah yang benar," demikian Muhammadiyah.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
(mhy)
Lihat Juga :