alexametrics

Kisah Nabi Musa AS

Saling Bunuh Umat Nabi Musa Setelah Penyembahan Sapi, Korban 70.000 Orang

loading...
Saling Bunuh Umat Nabi Musa Setelah Penyembahan Sapi, Korban 70.000 Orang
Orang-orang yang menyembah anak sapi saling bunuh.Foto/Ilustrasi/Ist
BIANG kerok itu bernama Samiri. Dialah yang menyebabkan umat Nabi Musa dihukum untuk saling membunuh antarsesama. Akibatnya, 70.000 orang tewas dalam kasus tersebut. Nah, lalu siapa lelaki musyrik bernama Samiri itu?

Pada zaman Fir'aun, setiap bayi laki-laki Bani Israil harus dibunuh. Mirip dengan kisah Musa, Samiri pun menjadi bayi laki-laki yang selamat. Bedanya, sang ibu meninggalkan bayi Samiri di dalam gua begitu saja, tak ada yang menyelamatkannya, apalagi merawatnya. Atas kasih sayang Allah, diutuslah Jibril untuk merawat sang bayi. Sejak itu, Samiri mengenal Jibril.

Baca juga: Hadis Nabi tentang Sapi dan Srigala yang Berbicara dengan Bahasa Manusia

Setelah dewasa, Samiri terkenal sebagai seorang yang amat terasing dan enggan berbaur. Ia memiliki nama asli Mikha atau Musa bin Zhafar dan tinggal di Karman atau Bajarna.



Satu-satunya yang menjadi teman Samiri adalah para musyrikin yang menyembah patung anak sapi. Dari pergaulannya yang salah tersebut, efek negatif pun melekat di hatinya. Ia juga mencintai dan mengagungkan anak sapi.

Baca juga: Tiga Amalan untuk Mendatangkan Kecintaan Allah Ta'ala



Saat Musa diutus menjadi nabi, Bani Israil pun diselamatkan dari kekejaman Fir'aun. Samiri termasuk yang ikut serta dalam rombongan Musa. Pascatenggelamnya Fir'aun, Musa menggiring Bani Israil meninggalkan Mesir.

Saat menyeberangi Laut Merah menuju tanah yang dijanjikan, Jibril mendampingi Nabi Musa dan Harun. Jibril menunggangi kuda dan berada di depan rombongan. Samiri yang dahulu pernah dirawat Jibril pun mengenalinya. Tanpa ilmu, Samiri mengambil tanah bekas tapak kuda yang ditunggangi Jibril. Ia pun menyimpannya.

Baca juga: Ridha Dengan Bala untuk Meraih Cinta Allah Ta'ala
halaman ke-1 dari 5
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini. (keEsaan Tuhan)".

(QS. Al-A’raf:172)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak