Saling Bunuh Umat Nabi Musa Setelah Penyembahan Sapi, Korban 70.000 Orang

Senin, 06 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
Saling Bunuh Umat Nabi...
Orang-orang yang menyembah anak sapi saling bunuh.Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
BIANG kerok itu bernama Samiri. Dialah yang menyebabkan umat Nabi Musa dihukum untuk saling membunuh antarsesama. Akibatnya, 70.000 orang tewas dalam kasus tersebut. Nah, lalu siapa lelaki musyrik bernama Samiri itu?

Pada zaman Fir'aun , setiap bayi laki-laki Bani Israil harus dibunuh. Mirip dengan kisah Musa, Samiri pun menjadi bayi laki-laki yang selamat. Bedanya, sang ibu meninggalkan bayi Samiri di dalam gua begitu saja, tak ada yang menyelamatkannya, apalagi merawatnya. Atas kasih sayang Allah, diutuslah Jibril untuk merawat sang bayi. Sejak itu, Samiri mengenal Jibril.

Baca juga: Hadis Nabi tentang Sapi dan Srigala yang Berbicara dengan Bahasa Manusia

Setelah dewasa, Samiri terkenal sebagai seorang yang amat terasing dan enggan berbaur. Ia memiliki nama asli Mikha atau Musa bin Zhafar dan tinggal di Karman atau Bajarna.

Satu-satunya yang menjadi teman Samiri adalah para musyrikin yang menyembah patung anak sapi. Dari pergaulannya yang salah tersebut, efek negatif pun melekat di hatinya. Ia juga mencintai dan mengagungkan anak sapi.

Baca juga: Tiga Amalan untuk Mendatangkan Kecintaan Allah Ta'ala

Saat Musa diutus menjadi nabi, Bani Israil pun diselamatkan dari kekejaman Fir'aun. Samiri termasuk yang ikut serta dalam rombongan Musa. Pascatenggelamnya Fir'aun, Musa menggiring Bani Israil meninggalkan Mesir.

Saat menyeberangi Laut Merah menuju tanah yang dijanjikan, Jibril mendampingi Nabi Musa dan Harun. Jibril menunggangi kuda dan berada di depan rombongan. Samiri yang dahulu pernah dirawat Jibril pun mengenalinya. Tanpa ilmu, Samiri mengambil tanah bekas tapak kuda yang ditunggangi Jibril. Ia pun menyimpannya.

Baca juga: Ridha Dengan Bala untuk Meraih Cinta Allah Ta'ala

Dalam perjalanan, rombongan Musa mampir di sebuah desa yang penduduknya menyembah patung anak sapi. Bukan menaati Musa untuk menauhidkan Allah, Bani Israil justru meminta Musa untuk membuat satu patung untuk mereka sembah.

"Wahai Musa, buatkanlah untuk kami satu sesembahan sebagaimana mereka mempunyai beberapa sesembahan," pinta mereka. Tentu saja, Musa geram mendengarnya. Ia pun kembali mengingatkan kaumnya agar hanya menyembah Allah Ta'ala semata.

Baca juga: Zubair: Orang Pertama yang Menghunuskan Pedang di Jalan Allah

Sejak singgah di desa tersebut, kekaguman Samiri pada anak sapi kembali membutakan hatinya. Ia pun bertekad suatu hari akan mengajak Bani Israil untuk menyembah anak sapi. Ia pun teringat pada tanah jejak kuda Jibril yang ia simpan dalam kantong. Dengan bisikan setan, Samiri bertekad menjadikan tanah tersebut bahan pembuatan patung.

Keinginan Samiri untuk menjalankan misinya mendapat kesempatan. Di tengah perjalanan, Musa meninggalkan Bani Israil untuk sementara waktu dengan tujuan mendapatkan wahyu Taurat dari Allah. Atas perintah Allah, Musa menuju bukit Thur untuk menerima mukjizat Taurat.

Musa berencana pergi selama 10 malam, tapi kemudian digenapkan selama 40 malam. Sebelum berangkat, Nabi Musa pun menitipkan Bani Israil pada adiknya, Nabi Harun. "Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku. Perbaikilah dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan," ujar Nabi Musa.

Baca juga: Maaf Rasulullah: Hidangan Susu untuk Calon Pembunuh

Nabi Harun pun kemudian memimpin Bani Israil. Namun, rupanya Samiri tak peduli dengan nasihat Harun. Ia pun mengajak Bani Israil untuk mengumpulkan segala perhiasan emas yang selama ini dibawa. Emas tersebut dikumpulkan untuk kemudian dilebur di atas api.

Setelah emas meleleh, Samiri melemparkan tanah jejak kuda Jibril yang ia simpan selama perjalanan dari Mesir. "Jadilah anak sapi!" teriak Samiri girang tanpa merasa berdosa. Lupa sudah Samiri akan peringatan Musa agar tak menyembah berhala, tapi selalu mengesakan Allah.

Dengan kebodohan Bani Israil, mereka pun percaya dan mengikuti ajakan buruk Samiri. Alhasil, mereka pun menyembah patung anak sapi tersebut selama Musa pergi. Sementara, Harun tak sanggup melawan Bani Israil sendirian. (Baca juga: Dulu Haram Kini Halal: Niat Mencuri Malah Dapat Istri)

Saat Nabi Musa kembali, betapa marah dan sedih hatinya. Ia hanya meninggalkan kaumnya sebentar saja untuk mendapat petunjuk yang juga nantinya bermanfaat bagi Bani Israil, tapi Musa justru mendapati kaumnya telah musyrik.

Namun, Bani Israil punya banyak alasan. Mereka selalu merasa congkak dan merasa paling benar. "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri. Tetapi, kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu (Mesir). Maka, kami telah melemparkannya dan demikian pula Samiri melemparkannya," ujar mereka.

Mendengar hal itu, Musa pun bersegera menemui Samiri. Ia sangat marah kepada Samiri yang mengkhianati perintahnya dan justru menyesatkan kaumnya. "Apa yang mendorongmu berbuat demikian, hai Samiri?" tanya Musa bernada tinggi.

Dengan enteng Samiri menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya. Maka, aku ambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku," katanya. (Baca juga: Permintaan Pertama: Mencabut Rasa Cinta kepada Wanita )

Musa pun geram dan mengusir Samiri. Patung anak sapi tersebut pun segera diseret Musa menuju api yang menyala. Tinggallah Tuhan buatan Samiri itu berupa abu. Musa pun kemudian melemparkan abu itu ke laut. Sementara itu, Samiri meninggalkan rombongan. Ia kembali hidup menyendiri.

Seperti yang dikatakan Musa, Samiri akan mendapatkan azab dunia dan akhirat. Neraka jelas hukuman Samiri di akhirat. Adapun di dunia, Samiri menderita penyakit aneh. Kulitnya tak dapat disentuh oleh siapa pun. Jika seseorang menyentuh kulitnya, Samiri merasakan panas membakar kulitnya. Akibatnya, seumur hidup, dia selalu berkata kepada orang lain, "Jangan sentuh saya!" Itulah hukuman bagi Samiri sang pelaku kesyirikan. (Baca juga: Rasulullah Saksikan Protes Nabi Musa kepada Nabi Adam )

Kisah Samiri terdapat dalam Alquran surah Thaha ayat 85-91 dan ayat 95-98. Nama Samiri merupakan nama bahasa Arab. Kisah tersebut juga tercantum dalam Bibel dan banyak diceritakan dalam kitab Israiliyat.

Hadis Nabi
Sementara itu, kisah tersebut juga ada tambahan dari hadis yang diriwayatkan Hakim dalam Mustadrak, 2/412, no. 3434; dalam Kitabut Tafsir (tafsir surat Thaha). Dia berkata tentangnya, "Hadis ini sahih di atas syarat Syaikhain dan keduanya tidak meriwayatkannya." Ini pun disetujui oleh Dzahabi. (Baca juga: Jibril Sumpal Mulut Fira'un dengan Lumpur Ketika Akan Bersyahadat )

Dari Ali berkata, ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata ia menjadi anak sapi yang bersuara.

Maka Samiri berkata kepada mereka, “Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa”. (Baca juga: Kisah Nabi Isa dan Pencuri yang Bersumpah Atas Nama Allah )

Harun berkata kepada mereka, “Wahai kaum, bukankah Tuhan kalian telah memberi janji baik kepada kalian?”

Ketika Musa kembali kepada Bani Israil yang telah disesatkan oleh Samiri, Musa memegang kepala saudaranya, maka Harun berkata apa yang dikatakan Musa kepada Samiri, "Apa yang membuatmu melakukan ini?"

Samiri menjawab, "Aku mengambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku."

Lalu Musa mendatangi anak sapi itu. Dia meletakkan serutan dan menyerutnya di tepi sungai. Maka tidak seorang pun yang minum dari air itu yang menyembah anak sapi kecuali wajahnya menguning seperti emas.

Mereka berkata kepada Musa, "Bagaimana taubat kami?" (Baca juga: Kisah Juraij: Laki-Laki Ahli Ibadah dan Bayi yang Bisa Berbicara )

Musa menjawab, "Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain."

Lalu mereka mengambil pisau. Maka mulailah seorang membunuh bapaknya dan saudaranya tanpa peduli, hingga yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu. Lalu Allah mewahyukan kepada Musa, "Perintahkan mereka agar berhenti. Aku telah mengampuni yang terbunuh dan memaafkan yang hidup."

Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan Allah telah menyampaikan kepada kita bahwa Musa membakar anak sapi itu, lalu menenggelamkannya di dalam air. Dia juga memberitakan bahwa Dia memerintahkan Bani Israil untuk saling membunuh disebabkan dosa menyembah anak sapi.(Baca juga: Sumpah Nabi Sulaiman yang Tidak Dikabulkan Allah Ta'ala )

Hadis ini menjelaskan bahwa orang-orang yang menyembah anak sapi saling bunuh sebagian dengan sebagian yang lain. Mereka mengambil pisau. Tidak peduli siapa yang dibunuhnya, apakah itu bapaknya, saudaranya, atau anaknya, hingga yang terbunuh mencapai tujuh puluh ribu orang.

Lalu Allah mewahyukan kepada Musa agar menghentikan pembunuhan. Allah telah mengampuni orang yang terbunuh dan yang masih hidup. (Baca juga: Dua Lelaki Aneh yang Saling Menolak Sebagai Pemilik Gentong Emas )

Menurut Syaikh ‘Umar Sulaiman, ada beberapa pelajaran dan faedah dari hadis ini.

1. Keterangan tentang cara Musa menenggelamkan anak sapi yang disembah oleh Bani Israil, yaitu diserut dengan serutan dan hasilnya yang seperti tepung itu ditebar ke sungai.

2. Keterangan tentang cara Bani Israil saling membunuh. Mereka yang saling membunuh itu adalah orang-orang yang menyembah sapi, bukan orang-orang yang tidak menyembahnya. Orang-orang yang menyembahnya memiliki tanda, yaitu berubahnya kulit wajah mereka menjadi warna kuning emas setelah mereka minum air sungai di mana serutan anak sapi dilempar di dalamnya.

3. Kemuliaan umat ini di hadapan Allah dengan diterimanya taubat mereka tanpa harus saling membunuh, kecuali dalam beberapa perkara, seperti merajam orang berzina yang terbukti zinanya dan membunuh orang murtad yang bersikeras mempertahankan kemurtadannya.

4. Banyaknya jumlah Bani Israil pada zaman Musa. Orang yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu orang. (Baca juga: Nabi Adam Lupa Telah Berikan 40 Tahun Umurnya kepada Nabi Daud )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
Kisah Abdullah bin Salam,...
Kisah Abdullah bin Salam, Orang Yahudi Bani Israil yang Percaya Al Quran
Rekomendasi
Anomali Gravitasi Berdampak...
Anomali Gravitasi Berdampak pada Bumi dengan Iklim yang Tak Biasa
Arkeolog Temukan Sisa-sisa...
Arkeolog Temukan Sisa-sisa Pemukiman Bangsa Viking di Gereja Naur
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved