2 Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib
Minggu, 23 Oktober 2022 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (istiqamah), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang Telah Taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Mahamelihat apa yang kamukerjakan. (QS Hûd/ 11: 112)
Baca juga: 9 Doa Nabi Muhammad yang Tercantum dalam Al-Qur'an
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW memberi wejangan kepada Ali, kala mengucap doa ini, agar menghayati gambaran yang diberikan Nabi SAW; yaitu menggambarkan petunjuk seperti halnya seseorang yang ditunjuki jalan yang benar kala tersesat; dan menggambarkan keadaan lurus (istiqamah) seperti halnya orang yang membidikkan anak panah, di mana ia berusaha untuk meluruskan bidikan panahnya; sehingga iapun tidak menggeser arah anak panahnya; agar bidikannya tepat dan tidak meleset.
Ini ditunjukkan sabda Nabi Muhammad SAW: "Dan mengenai petunjuk, ingat-ingatlah bagaimana engkau ditunjuki jalan yang benar (kala tersesat); dan mengenai keadaan lurus, ingat-ingatlah bagaimana (engkau) meluruskan (bidikkan) anak panah.
Maka “musafir” yang meniti jalan akhirat lebih sangat membutuhkan petunjuk-Nya, daripada butuhnya musafir dunia kepada orang yang menunjukkan jalan yang ia tuju. Demikian pula orang yang lurus istiqamah di jalan kebenaran, ia seperti halnya orang yang tepat sasaran mengenai bidikan panahnya.
Baca juga: Bahaya Riya dan Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
Doa Pelunas Utang
Abu Wa'il meriwayatkan saat Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, seorang pria mendatanginya dan mengeluh, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak bisa membayar utangku. Tolong bantu aku."
Kemudian Ali bin Thalib berkata, "Apakah kamu mau aku ajarkan tentang sesuatu yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang jika kamu membacanya maka Allah SWT akan membuat utangmu lunas meski sebesar gunung?"
Si pria mengiyakannya. Lalu Ali bin Abi Thalib menyampaikan sebuah doa, sebagaimana berikut ini:
اَللّهُمَّ اكْفِنِىْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
'Allahummakfinii bihalaalika 'an haroomika wa aghninii bi fadhlika 'amman siwaaka'
"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (istiqamah), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang Telah Taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Mahamelihat apa yang kamukerjakan. (QS Hûd/ 11: 112)
Baca juga: 9 Doa Nabi Muhammad yang Tercantum dalam Al-Qur'an
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW memberi wejangan kepada Ali, kala mengucap doa ini, agar menghayati gambaran yang diberikan Nabi SAW; yaitu menggambarkan petunjuk seperti halnya seseorang yang ditunjuki jalan yang benar kala tersesat; dan menggambarkan keadaan lurus (istiqamah) seperti halnya orang yang membidikkan anak panah, di mana ia berusaha untuk meluruskan bidikan panahnya; sehingga iapun tidak menggeser arah anak panahnya; agar bidikannya tepat dan tidak meleset.
Ini ditunjukkan sabda Nabi Muhammad SAW: "Dan mengenai petunjuk, ingat-ingatlah bagaimana engkau ditunjuki jalan yang benar (kala tersesat); dan mengenai keadaan lurus, ingat-ingatlah bagaimana (engkau) meluruskan (bidikkan) anak panah.
Maka “musafir” yang meniti jalan akhirat lebih sangat membutuhkan petunjuk-Nya, daripada butuhnya musafir dunia kepada orang yang menunjukkan jalan yang ia tuju. Demikian pula orang yang lurus istiqamah di jalan kebenaran, ia seperti halnya orang yang tepat sasaran mengenai bidikan panahnya.
Baca juga: Bahaya Riya dan Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
Doa Pelunas Utang
Abu Wa'il meriwayatkan saat Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, seorang pria mendatanginya dan mengeluh, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak bisa membayar utangku. Tolong bantu aku."
Kemudian Ali bin Thalib berkata, "Apakah kamu mau aku ajarkan tentang sesuatu yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang jika kamu membacanya maka Allah SWT akan membuat utangmu lunas meski sebesar gunung?"
Si pria mengiyakannya. Lalu Ali bin Abi Thalib menyampaikan sebuah doa, sebagaimana berikut ini:
اَللّهُمَّ اكْفِنِىْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
'Allahummakfinii bihalaalika 'an haroomika wa aghninii bi fadhlika 'amman siwaaka'
Lihat Juga :