Kisah Bijak Para Sufi: Sifat Murid
Selasa, 07 Juli 2020 - 06:26 WIB
loading...
Biarkan apa yang dilakukan bagimu. Kerjakan sendiri apa yang harus kau kerjakan bagi dirimu. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
Dikisahkan bahwa Ibrahim Khawwas, ketika masih muda, ingin menimba ilmu dari seorang guru. Ia pun mencari seorang bijaksana, dan mohon agar bisa menjadi muridnya.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan)
Sang Guru berkata, "Kau belum siap." Karena pemuda itu tetap bersikeras, guru itu berkata, "Baiklah, kau akan kuajari sesuatu. Aku akan pergi berziarah ke Mekkah. Ikutlah bersamaku."
Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar
Murid itu sangat girang. "Karena kita menempuh perjalanan berdua," kata Sang Guru, "salah seorang harus memimpin, dan yang satunya mengikuti. Pilih peranmu."
"Saya ikut saja, Tuan memimpin," kata murid itu.
Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap
"Aku akan memimpin, asal kau tahu bagaimana menjadi pengikut," kata Sang Guru.
Perjalanan pun dimulai. Ketika mereka beristirahat pada suatu malam di padang pasir Hejaz, hujan turun. Sang Guru bangun dan memegang kain penutup, melindung muridnya agar tidak basah.
"Tetapi seharusnya sayalah yang melakukannya bagi Tuan," kata pemuda itu.
"Kuperintahkan agar kau memperbolehkanku melindungimu," sahut Sang Guru. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga )
Sang Guru berkata, "Kau belum siap." Karena pemuda itu tetap bersikeras, guru itu berkata, "Baiklah, kau akan kuajari sesuatu. Aku akan pergi berziarah ke Mekkah. Ikutlah bersamaku."
Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar
Murid itu sangat girang. "Karena kita menempuh perjalanan berdua," kata Sang Guru, "salah seorang harus memimpin, dan yang satunya mengikuti. Pilih peranmu."
"Saya ikut saja, Tuan memimpin," kata murid itu.
Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap
"Aku akan memimpin, asal kau tahu bagaimana menjadi pengikut," kata Sang Guru.
Perjalanan pun dimulai. Ketika mereka beristirahat pada suatu malam di padang pasir Hejaz, hujan turun. Sang Guru bangun dan memegang kain penutup, melindung muridnya agar tidak basah.
"Tetapi seharusnya sayalah yang melakukannya bagi Tuan," kata pemuda itu.
"Kuperintahkan agar kau memperbolehkanku melindungimu," sahut Sang Guru. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga )
Lihat Juga :