Kisah Bijak Para Sufi: Sifat Murid
Selasa, 07 Juli 2020 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Ketika hari sudah siang, pemuda itu berkata, "Nah, ini hari baru. Perkenankan saya menjadi pemimpin, dan tuan mengikuti." Guru itu setuju.
"Saya akan memperintahkan Tuan agar duduk saja di sini sementara saya kumpulkan belukar!"balas pemuda itu.
"Kau tak boleh melakukan itu," timpal gurunya lagi, "sebab hal itu tidak sesuai dengan syarat menjadi seorang murid, dengan contoh nyata." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )
Mereka berpisah di gerbang Kota Suci. Ketika bertemu kembali dengan orang bijaksana itu, pemuda itu tidak berani menatap matanya.
"Yang kau pelajari itu," kata sang Guru, "adalah sesuatu tentang sifat murid." (Baca juga: Air Surga dari Orang Badui untuk Baginda Harun Al-Rasyid )
====
Ibrahim Khawwas (Si Penganyam Palem) mendefinisikan jalan Sufi sebagai. "Biarkan apa yang dilakukan bagimu. Kerjakan sendiri apa yang harus kau kerjakan bagi dirimu."
Baca juga: Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkan?
Kisah ini menggarisbawahi secara dramatis perbedaan antara apa yang calon murid pikirkan tentang hubungan yang seharusnya dengan sang guru; dan seperti apa pada kenyataannya.
Khawwas adalah salah seorang guru agung masa awal, dan perjalanan ini dikutip dalam karya Hujwiri, Revelation of the Veiled (Pengungkapan yang Terselubung), ikhtisar tertua yang masih ada tentang Sufisme dalam Bahasa Persia. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )
Dinukil dari Idries Shah , dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar dengan judul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
"Saya akan memperintahkan Tuan agar duduk saja di sini sementara saya kumpulkan belukar!"balas pemuda itu.
"Kau tak boleh melakukan itu," timpal gurunya lagi, "sebab hal itu tidak sesuai dengan syarat menjadi seorang murid, dengan contoh nyata." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )
Mereka berpisah di gerbang Kota Suci. Ketika bertemu kembali dengan orang bijaksana itu, pemuda itu tidak berani menatap matanya.
"Yang kau pelajari itu," kata sang Guru, "adalah sesuatu tentang sifat murid." (Baca juga: Air Surga dari Orang Badui untuk Baginda Harun Al-Rasyid )
====
Ibrahim Khawwas (Si Penganyam Palem) mendefinisikan jalan Sufi sebagai. "Biarkan apa yang dilakukan bagimu. Kerjakan sendiri apa yang harus kau kerjakan bagi dirimu."
Baca juga: Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkan?
Kisah ini menggarisbawahi secara dramatis perbedaan antara apa yang calon murid pikirkan tentang hubungan yang seharusnya dengan sang guru; dan seperti apa pada kenyataannya.
Khawwas adalah salah seorang guru agung masa awal, dan perjalanan ini dikutip dalam karya Hujwiri, Revelation of the Veiled (Pengungkapan yang Terselubung), ikhtisar tertua yang masih ada tentang Sufisme dalam Bahasa Persia. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )
Dinukil dari Idries Shah , dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar dengan judul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
(mhy)
Lihat Juga :