Kisah Ahli Kebun Sejati dalam Instruksi dan Tradisi Tarekat Chisytiyah
Minggu, 30 Oktober 2022 - 08:21 WIB
loading...
Kisah ahli kebun sejati merupakan ajaran dan tradisi tarekat Chisytiyah. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "The Way of the Sufi" menukill materi-materi yang mewakili instruksi dan tradisi Chisytiyah . Kisah "Ahli Kebun Sejati" berikut adalah salah satunya. Namun sebelum ke sana mari kita mengenal dulu selintas tentang tarekat Chisytiyah.
Menurut Idries Shah, Khwaja ('Guru') Abu Ishaq Chisyti, 'orang Syria', lahir di awal abad ke-10. Ia keturunan Nabi Muhammad SAW dan dinyatakan sebagai 'keturunan spritual' ajaran-ajaran batiniah Keluarga (Bani) Hasyim. Pengikut-pengikutnya berkembang dan berasal dari "garis para guru", yang kemudian dikenal menjadi Naqsyabandiyah ('Orang-orang Bertujuan').
Baca juga: Ajaran Sufi Hanya Bisa Dilakukan oleh Seorang Sufi
Komunitas Chisytiyah ini, berawal di Chisyt, Khurasan, khususnya menggunakan musik dalam latihan-latihan mereka. Kaum darwis pengelana dari tarekat ini, dikenal sebagai Chist atau Chisht. Mereka akan memasuki sebuah kota dan meramaikan suasana dengan seruling dan genderang, untuk mengumpulkan orang-orang sebelum menceritakan dongeng atau legenda, sebuah permulaan yang penting.
Jejak tokoh ini ditemukan pula di Eropa, di mana chistu Spanyol ditemukan dengan pakaian dan instrumen serupa --semacam pelawak atau komedi keliling. Bisa jadi demikian, dalam kamus etimologi Barat menghubungkan istilah Latin gerere, 'melakukan', sebagai asal kata 'pelawak' yang kenyataannya adalah sosok jenaka, dan asal mula itu berkaitan dengan Chisti Afghanistan.
Sebagaimana tarekat Sufi lainnya, metodologi khusus kaum Chisyti segera mengalami kristalisasi menjadi kecintaan sederhana terhadap musik; pembangkitan emosional yang dihasilkan musik dikacaukan dengan 'pengalaman spiritual'.
Pengaruh kaum Chisyti paling lama di India. Selama sembilanratus tahun terakhir, musisi mereka dihargai di seluruh benua.
Nah, berikut salah satu materi yang mewakili instruksi dan tradisi Chisytiyah itu.
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Syaikh Calon Hakim dan Noda Darah Sufi
Kisah Kebun
Pada suatu waktu, ketika ilmu dan seni berkebun belum dimantapkan di antara manusia, terdapat seorang ahli berkebun. Dalam mengetahui kualitas tanaman, makanan mereka, kandungan khasiat obat dan nilai keindahan, ia diakui memiliki pengetahuan obat-obatan (jamu dari tumbuh-tumbuhan) dan umur panjang, dan ia hidup selama ratusan tahun.
Menurut Idries Shah, Khwaja ('Guru') Abu Ishaq Chisyti, 'orang Syria', lahir di awal abad ke-10. Ia keturunan Nabi Muhammad SAW dan dinyatakan sebagai 'keturunan spritual' ajaran-ajaran batiniah Keluarga (Bani) Hasyim. Pengikut-pengikutnya berkembang dan berasal dari "garis para guru", yang kemudian dikenal menjadi Naqsyabandiyah ('Orang-orang Bertujuan').
Baca juga: Ajaran Sufi Hanya Bisa Dilakukan oleh Seorang Sufi
Komunitas Chisytiyah ini, berawal di Chisyt, Khurasan, khususnya menggunakan musik dalam latihan-latihan mereka. Kaum darwis pengelana dari tarekat ini, dikenal sebagai Chist atau Chisht. Mereka akan memasuki sebuah kota dan meramaikan suasana dengan seruling dan genderang, untuk mengumpulkan orang-orang sebelum menceritakan dongeng atau legenda, sebuah permulaan yang penting.
Jejak tokoh ini ditemukan pula di Eropa, di mana chistu Spanyol ditemukan dengan pakaian dan instrumen serupa --semacam pelawak atau komedi keliling. Bisa jadi demikian, dalam kamus etimologi Barat menghubungkan istilah Latin gerere, 'melakukan', sebagai asal kata 'pelawak' yang kenyataannya adalah sosok jenaka, dan asal mula itu berkaitan dengan Chisti Afghanistan.
Sebagaimana tarekat Sufi lainnya, metodologi khusus kaum Chisyti segera mengalami kristalisasi menjadi kecintaan sederhana terhadap musik; pembangkitan emosional yang dihasilkan musik dikacaukan dengan 'pengalaman spiritual'.
Pengaruh kaum Chisyti paling lama di India. Selama sembilanratus tahun terakhir, musisi mereka dihargai di seluruh benua.
Nah, berikut salah satu materi yang mewakili instruksi dan tradisi Chisytiyah itu.
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Syaikh Calon Hakim dan Noda Darah Sufi
Kisah Kebun
Pada suatu waktu, ketika ilmu dan seni berkebun belum dimantapkan di antara manusia, terdapat seorang ahli berkebun. Dalam mengetahui kualitas tanaman, makanan mereka, kandungan khasiat obat dan nilai keindahan, ia diakui memiliki pengetahuan obat-obatan (jamu dari tumbuh-tumbuhan) dan umur panjang, dan ia hidup selama ratusan tahun.
Lihat Juga :