alexametrics

Pandangan Al-Qur'an dalam Merawat Kecantikan dan Keindahan Gigi

loading...
Pandangan Al-Quran dalam Merawat Kecantikan dan Keindahan Gigi
Cantik atau tampan secara fisik hanyalah perhiasan dunia yang mampu membuat pemujanya terlena dan jatuh bila disikapi dengan nafsu duniawi. Foto ilustrasi/pinterest
Wanita dan keindahan selalu berjalan beriringan. Mungkin pula dua kata yang tidak bisa dipisahkan, karena fitrahnya kaum wanita ini selalu ingin tampil indah dan cantik. Keindahan dalam sudut pandang jasmani tentu keindahan yang terlihat yakni raga dan rupa.

Nah, untuk memperindah raga dan rupa banyak cara dilakukan oleh kalangan wanita termasuk wanita muslimah. Salah satunya adalah mengenai keindahan gigi. Dengan teknologi kecantikan yang ada, banyak sekali cara untuk memberikan perawatan pada salah satu anggota tubuh tersebut. Misalnya memakai behel, memutihkan atau veneer gigi dan lainnya. (Baca juga : Operasi Kecantikan Dalam Pandangan Syariat)

Bagaimana pandangan Islam mengenai perawatan gigi ini? Sebenarnya, Islam telah mensyariatkan beberapa perkara untuk menjaga gigi selalu sehat, bersih dan berkilau. Perkara-perkara yang dimaksud, antara lain:

1.Dianjurkan rutin bersiwak



Anjuran ini atas dasar sabda Rasulullah Shallaallaahu ‘alaihi wa sallam :

«لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ»



“Kalaulah bukan karena khawatir memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari no. 887).

Bersiwak (dalam konteks modern: menggosok gigi) hendaknya dilakukan secara rutin setiap kali bau mulut terasa mulai berubah ke arah yang negatif. Bahkan ketika sedang berpuasa, anjuran ini tetap berlaku bagi para hamba-Nya: muslim dan muslimah.

Ibnu Khuzaimah berkata dalam Shahih-nya (III/247): “Tidak dikecualikan orang yang berbuka (tidak berpuasa) dari orang yang berpuasa. Di dalamnya ada dalil bahwa bersiwak bagi orang yang berpuasa setiap kali hendak mengerjakan salat merupakan suatu keutamaan.”
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak