Begini Doa agar Ilmu Bermanfaat, Amal dan Zikir Diterima serta Hati Menjadi Khusyuk
Selasa, 08 November 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Imam Ibnu Rajab dalam kitab "Al-Khusyu fi ash-Shalat" mengatakan ilmu bermanfaat adalah yang merasuk ke dalam hati, sehingga membuahkan ketenangan, rasa takut kepada Allah, khusyuk, tawadhu’, merasa luluh kepada-Nya.
Bila ilmu tersebut tidak menembus hati, namun hanya sekadar menghias lisan semata, maka ini akan menjadi hujjah (bukti) yang akan mencelakakan orang tersebut.
Ibnu Mas’ud ra berkata: “Sungguh ada orang-orang yang membaca al-Quran, namun tidak melewati kerongkongan mereka. Akan tetapi bila ilmu ini mengena dalam hati hingga merasuk kuat di dalamnya, maka itu akan bermanfaat bagi pemiliknya.”
Baca juga: Benarkah Orang Mati Bermanfaat Bagi Orang yang Masih Hidup?
Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di dalam kitab Majmu’ Al-Fawaaid wa Iqtinaashil Awaabid menjelaskan bahwa ada 4 macam ilmu yang tidak bermanfaat.
1. Ilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya).
2. Sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya seperti sholat.
3. Ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan.
4. Menyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern sehingga menyebabkan cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama.
Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Syaikh Abdurrahman mengatakan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya.
Bila ilmu tersebut tidak menembus hati, namun hanya sekadar menghias lisan semata, maka ini akan menjadi hujjah (bukti) yang akan mencelakakan orang tersebut.
Ibnu Mas’ud ra berkata: “Sungguh ada orang-orang yang membaca al-Quran, namun tidak melewati kerongkongan mereka. Akan tetapi bila ilmu ini mengena dalam hati hingga merasuk kuat di dalamnya, maka itu akan bermanfaat bagi pemiliknya.”
Baca juga: Benarkah Orang Mati Bermanfaat Bagi Orang yang Masih Hidup?
Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di dalam kitab Majmu’ Al-Fawaaid wa Iqtinaashil Awaabid menjelaskan bahwa ada 4 macam ilmu yang tidak bermanfaat.
1. Ilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya).
2. Sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya seperti sholat.
3. Ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan.
4. Menyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern sehingga menyebabkan cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama.
Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Syaikh Abdurrahman mengatakan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya.
Lihat Juga :