alexametrics

Kisah Sahih dalam Sunnah

Gara-Gara Ujub, Allah Ta'ala Menghukum Nabi Ini

loading...
Gara-Gara Ujub, Allah Taala Menghukum Nabi Ini
Allah tidak mengatakan: Kekalahan itu akibat pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar dan lebih kuat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
UJUB adalah penyakit hati yang berbahaya. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam (SAW) menceritakan kisah tentang seorang nabi yang ujub karena jumlah pengikut dan tentaranya sangat banyak. Akibatnya Allah menghukumnya. Nabi ini disuruh memilih salah satu dari tiga perkara: dikuasai musuh, kelaparan, atau kematian.

Baca juga: Kisah Nabi dan Desa Semut: Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh

Nabi ini memilih kematian. Maka, kemenangan mereka raih, tapi dalam waktu singkat, sehari, 70 ribu orang dari mereka mati. Jangan main-main dengan ujub.

Kisah dalam hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi (2/236-237). Diriwayatkan oleh Muslim (8/229-231) dan Ahmad dalam riwayatnya (1/16-17).



Rasulullah menceritakan seorang Nabiyullah dengan umat yang besar jumlahnya dan tangguh. Dia melihat pemberian Allah ini dengan takjub. Dalam dirinya muncul kekaguman bahwa tidak ada yang mampu menghadapi umatnya, tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Baca juga: Dulu Haram Kini Halal: Niat Mencuri Malah Dapat Istri



Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan semestinya orang yang menduduki kursi kenabian tidak boleh bersikap demikian, karena ujub dengan diri sendiri atau dengan anak atau harta atau umat adalah penyakit yang buruk.

Nabi ini dihukum pada kaumnya. Allah meminta kepadanya untuk memilih bagi umatnya satu dari tiga perkara: dikuasai musuh, kelaparan, atau kematian.

Rasulullah SAW mendapati bahwa satu dari tiga hal itu bisa melemahkan, bahkan melenyapkan kekuatan sebuah umat. Allah ingin menghilangkan ujub yang ada di hati nabi itu dan umatnya.
halaman ke-1 dari 6
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ رَبِّىۡ يَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

(QS. Saba:36)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak