Kisah Bijak Para Sufi: Si Pengembara, Si Aneh, dan Si Hemat Waktu

Minggu, 12 Juli 2020 - 06:32 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Pesan kisah ini adalah bahwa ketidaksabaran akan menyebabkan seseorang mengabaikan hal-hal penting dari suatu keadaan. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
TIGA orang darwis bertemu di sebuah jalan sepi. Yang pertama disebut Si Pengembara, sebab ia selalu menempuh jalan terjauh ketika mengadakan perjalanan, berdasarkan rasa hormatnya kepada tradisi. Yang kedua dikenal sebagai Si Aneh, sebab tak ada sesuatu yang tampak aneh baginya, meskipun hampir semua perhatian dan perbuatannya terasa aneh bagi orang lain. Yang ketiga bernama Si Hemat Waktu, sebab selalu saja ia pikir bisa menghemat waktu, meskipun cara yang digunakannya sering paling boros waktu dibandingkan lainnya.

Ketiga darwis itu pun menjadi teman seperjalanan. Namun, mereka berpisah karena tak lama kemudian, Si Pengembara melihat suatu penunjuk arah yang pernah didengamya, lalu ia pun bersikeras melalui jalan yang ditunjukkan tanda itu.

Jalan itu sampai ke sebuah reruntuhan kota yang dihuni oleh singa-singa, sebab kota besar megah yang diketahuinya itu, telah musnah ratusan tahun lampau.

Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar

Si Pengembara pun dimakan oleh singa-singa itu, hampir dalam sekali telan. Beberapa hari kemudian, Si Hemat Waktu pun memutuskan mencari sebuah jalan tersingkat, tetapi ia terjatuh ke dalam sebidang pasir hanyut ketika mencoba memotong jalan lewat pedalaman. Pasir hanyut itu bukanlah jenis yang berbahaya, namun butuh beberapa bulan untuk bisa keluar dari sana.

Si Aneh pun berangkat seorang diri. Tak berapa lama, ia bertemu seorang lelaki yang berkata, "Darwis, jalan di depan terhalang, sebab ada sebuah losmen yang pada malam hari didiami banyak binatang buas dari hutan."

"Apa yang binatang itu lakukan pada siang harinya!" tanya Si Aneh.

"Sepertinya mereka berburu," kata orang itu. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )

"Kalau begitu, aku akan tidur saja di losmen itu sepanjang siang dan tetap terjaga pada malamnya," kata Si Aneh.

Darwis itu pun mendekati losmen tersebut ketika hari terang, dan bisa dilihatnya jejak banyak binatang. Tapi masih cukup waktu untuk tidur. Kala malam tiba ia bangun, dan menyembunyikan diri, mencari tahu mengapa binatang buas tinggal di losmen itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Segini Kekuatan Angin...
Segini Kekuatan Angin yang Menyelamatkan Nabi Musa saat Dikejar Firaun
Badai Erin Mendekati...
Badai Erin Mendekati Bahama, Gelombang Ombak Ganas Diperkirakan Terjadi
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved