Kisah Perang Hunain : Sejarah, Strategi, dan Pelajaran untuk Kaum Muslimin
Jum'at, 13 Januari 2023 - 12:17 WIB
loading...
Sebuah renungan dan pelajaran yang perlu dicamkan. Di Perang Hunain, jumlah kaum muslim 3x lipat lebih besar dari pasukan musuh. Namun kaum muslimin kalah di putaran pertama, akibat merasa bangga dengan jumlah yang banyak. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah perang Hunain : sejarah, strategi, dan pelajaran untuk kaum muslimin menjadi kisah sejarah perang yang sangat heroik yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'an . Dinamakan Hunain karena perang ini terjadi di sebuah lembah Hunanin, yakni letaknya sebelum Thaif. Jaraka antara tempat ini dengan Mekkah sejauh 3 malam perjalanan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman terkait perang Hunain ini :
(Laqad nasarakumul laahu fii mawaatina kasiiratinw wa yawma Hunainin iz a'jabatkum kasratukum falam tughni 'ankum shai'anw wa daaqat 'alaikumul ardu bimaa rahubat summa wallaitum mudbiriin)
"Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang." (QS. At Taubah: 25).
Baca juga: 3 Macam Kisah dalam Al-Qur'an dan 4 Hikmahnya
Dikisahkan dalam Ar-Rasul Al-Qooid karya Asy-Syaikh Mahmud Syeit Khatthab, bahwa sebelum berlangsungnya pertempuran, Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam mendengar kabar tentang berkumpulnya para pasukan Hawazun da Tsaqif (kabilah musyrik setelah Futuh Mekkah) hendak melancarkan serangan kepada kaum muslimin . Lalu Beliau Shallalahu 'Alaihi wa Sallam mengirim Abdullah bin Abu Hadrad
Al-Aslami untuk pergi ke kawasan berkumpulnya kaum musyrikin guna memastikan berita tersebut.
Abdullah Al-Aslami kemudian menyampaikan informasi bahwa kaum musyrikin dari Hawazun dan Tsaqif telah menyiapkan pasukan di lembah Authas dan sudah bersiaga menyerang kaum mulismin. Kemudian kaum muslimin menyiapkan perlengkapan yang sangat kuat yaitu sekitar 100 baju besi dan perlengkapan senjatanya. Setelah kaum muslimin selesai menyiapkan perlengkapan perangnya, maka bergeraklah ke arah Hunain.
Pasukan depan terdiri dari dari orang-orang Banu Sulaim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang di depannya lagi ada beberapa pasukan berkuda. Ada beberapa pasukan lagi diantaranya adalah pasukan Hijau yang terdiri dari kaum muhajirin dan Anshar berada di belakang induk pasukan. Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam sendiri ikut dalam rombongan tersebut.
Pasukan kaum muslimin sampai di lembah Hunain pada fajar hari. Persiapan pasukan kaum Muslimin di perang Hunain begitu sempurna.
Kaum muslimin mengatakan tentang kekuatan pasukan ini : "Kita tidak akan dikalahkan hari ini".
Begitu tiba di Hunain dan mulai menyusuri lembah, masih dalam keremangan subuh, pasukan Hawazin secara serempak dan tiba-tiba menyerang kaum muslimin yang belum bersiap sepenuhnya. Ternyata pasukan Hawazin telah bersembunyi lebih dahulu di balik-balik bukit lembah Hunain. Mereka betul-betul menjalankan strategi Duraid bin Ash-Shimmah untuk melakukan serangan mendadak dan serempak.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman terkait perang Hunain ini :
لَـقَدۡ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِىۡ مَوَاطِنَ كَثِيۡرَةٍ ۙ وَّيَوۡمَ حُنَيۡنٍ ۙ اِذۡ اَعۡجَبَـتۡكُمۡ كَثۡرَتُكُمۡ فَلَمۡ تُغۡنِ عَنۡكُمۡ شَيۡـًٔـا وَّضَاقَتۡ عَلَيۡكُمُ الۡاَرۡضُ بِمَا رَحُبَتۡ ثُمَّ وَلَّـيۡتُمۡ مُّدۡبِرِيۡنَۚ
(Laqad nasarakumul laahu fii mawaatina kasiiratinw wa yawma Hunainin iz a'jabatkum kasratukum falam tughni 'ankum shai'anw wa daaqat 'alaikumul ardu bimaa rahubat summa wallaitum mudbiriin)
"Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang." (QS. At Taubah: 25).
Baca juga: 3 Macam Kisah dalam Al-Qur'an dan 4 Hikmahnya
Dikisahkan dalam Ar-Rasul Al-Qooid karya Asy-Syaikh Mahmud Syeit Khatthab, bahwa sebelum berlangsungnya pertempuran, Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam mendengar kabar tentang berkumpulnya para pasukan Hawazun da Tsaqif (kabilah musyrik setelah Futuh Mekkah) hendak melancarkan serangan kepada kaum muslimin . Lalu Beliau Shallalahu 'Alaihi wa Sallam mengirim Abdullah bin Abu Hadrad
Al-Aslami untuk pergi ke kawasan berkumpulnya kaum musyrikin guna memastikan berita tersebut.
Abdullah Al-Aslami kemudian menyampaikan informasi bahwa kaum musyrikin dari Hawazun dan Tsaqif telah menyiapkan pasukan di lembah Authas dan sudah bersiaga menyerang kaum mulismin. Kemudian kaum muslimin menyiapkan perlengkapan yang sangat kuat yaitu sekitar 100 baju besi dan perlengkapan senjatanya. Setelah kaum muslimin selesai menyiapkan perlengkapan perangnya, maka bergeraklah ke arah Hunain.
Pasukan depan terdiri dari dari orang-orang Banu Sulaim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang di depannya lagi ada beberapa pasukan berkuda. Ada beberapa pasukan lagi diantaranya adalah pasukan Hijau yang terdiri dari kaum muhajirin dan Anshar berada di belakang induk pasukan. Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam sendiri ikut dalam rombongan tersebut.
Pasukan kaum muslimin sampai di lembah Hunain pada fajar hari. Persiapan pasukan kaum Muslimin di perang Hunain begitu sempurna.
Kaum muslimin mengatakan tentang kekuatan pasukan ini : "Kita tidak akan dikalahkan hari ini".
Begitu tiba di Hunain dan mulai menyusuri lembah, masih dalam keremangan subuh, pasukan Hawazin secara serempak dan tiba-tiba menyerang kaum muslimin yang belum bersiap sepenuhnya. Ternyata pasukan Hawazin telah bersembunyi lebih dahulu di balik-balik bukit lembah Hunain. Mereka betul-betul menjalankan strategi Duraid bin Ash-Shimmah untuk melakukan serangan mendadak dan serempak.
Lihat Juga :