Bukan Anak Nakal

Jum'at, 12 Juni 2015 - 21:24 WIB
Bukan Anak Nakal
Bukan Anak Nakal
A A A
Ba'da Maghrib usai salat berjamaah di Ma'had Askar Kauny Cijulang, saya melampiaskan amarah. Mendapat laporan dari ummi dan ustadz pengasuh atas kelakuan para santri, maka saya pun berbicara garang di hadapan mereka.

Satu anak dengan kelakuan "di luar kewajaran" menjadi sorotan amarah saya. Tidak dengan pukulan, jeweran atau ancaman. Malam itu saya hanya memberi peringatan kepada santri tersebut bahwa ia akan dipulangkan bila tidak merubah kelakuan.

Semua santri hadir menyimak arahan. Dan ‘si fulan’, tertunduk lesu meresapi wejangan. Usai memberi arahan, maka seperti kebiasaan kami ba'da Maghrib, semua santri mengulang hafalan (murajaah) mereka secara bersama.

Tiba adzan Isya, semua berdiri dan melakukan salat qabliyah. Santri "si fulan" berdiri salat. Dia salat secara khusyuk di sisi saya.

Hingga saat saya sujud, tak lama wajah "si fulan" yang masih berusia 9 tahun pun mendarat di tanah tepat di sisi saya. Dalam nikmat sujud, saya mendengar lisannya berujar… “Subhana Rabbiyal A’la…...yang dibaca olehnya 3x ….”

Namun ia tidak hanya membaca doa tersebut….. Dalam sujudnya, ia menambahkan doa berikut… “Rabbighfir lii wa liwalidayya warhamhuma kamaa rabbayaani shagiraa…. (ya Rabb, ampuni aku dan kedua orang tuaku. Sayangi kedua orang tuaku seperti mereka menyayangiku di waktu kecil).

Subhanallah….

Terperanjat saya mendengar doa anak santri yang saya anggap nakal tadi. Tak terasa sajadah tempat wajahku bersujud basah dengan air mata yang deras. Aku bersyukur, Allah menahan wajahku untuk tidak lekas bangun dari sujud, hanya untuk secuil episode indah ini!!!

Seolah Alloh SWT memberitahukan kepada saya bahwa santri ini sudah bertaubat dan berjanji untuk menjadi lebih baik lagi. Dan hikmah yang lebih dahsyat dari episode anugerah Allah SWT itu adalah sebuah pesan bagi saya yang tengah membina santri-santri penghafal Alquran.

Pesan yang menyatakan bahwa TIDAK ADA ANAK YANG NAKAL! Semua anak adalah ISTIMEWA, apalagi mereka para PENGHAFAL AL QURAN! Hanya saja perlu kesabaran, kesabaran, dan kesabaran dalam membersamai hidup dengan mereka. Aku cinta kalian semua, wahai anak-anakku!

Dengan peluk penuh cinta, Abi kalian yang suka marah.
(lis)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Alquran sebagai Lautan...
Alquran sebagai Lautan Ilmu
Tausiyah Singkat Penyejuk...
Tausiyah Singkat Penyejuk Hati, Dunia Hanya Sementara
Tabligh Akbar Ramadan...
Tabligh Akbar Ramadan 2025: Ustaz Das'ad Latif Ajak Meningkatkan Kepekaan Sosial melalui Puasa
Tausiyah Aa Gym Ini...
Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah
Ini Tausiyah Wantim...
Ini Tausiyah Wantim MUI Jelang Ramadhan 1441 Hijriah
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Rekomendasi
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Arus Besar Laut Samudera...
Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah, Bumi Dalam Bahaya
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah...
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah Yang Karyanya Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved