Apakah Hukum Membaca Doa Iftitah?

Senin, 13 Mei 2019 - 15:57 WIB
Apakah Hukum Membaca...
Apakah Hukum Membaca Doa Iftitah?
A A A
Dai lulusan S2 Darul-Hadits Maroko, Ustaz Abdul Somad (UAS) memberi penjelasan terkait hukum membaca doa iftitah. Tanya jawab seputar fiqih salat ini tertuang dalam bukunya “77 Tanya-Jawab Seputar Shalat” yang dipersembahkan oleh Tafaqquh Study Club. Berikut penjelasannya:

Jawaban:
Mazhab Maliki: Makruh hukumnya membaca doa iftitah. Orang yang melaksanakan salat langsung bertakbir dan membaca al-Fatihah, berdasarkan riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar mengawali salat dengan Alhamdulillahi Rabbil’alamin”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (Baca Juga: Hukum Melafazkan Niat? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad)

Jumhur Ulama: Sunnah hukumnya membaca doa iftitah setelah Takbiratul-Ihram pada rakaat pertama. Ini pendapat yang Rajih (kuat) menurut saya (Syekh Wahbah az-Zuhaili. Bentuk doa Iftitah ini banyak.

Doa pilihan menurut Mazhab Hanafi dan Hanbali adalah (yang artinya):
“Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan pujian-Mu, Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan selain Engkau”.

Berdasarkan riwayat Aisyah, ia berkata: “Rasulullah SAW ketika mengawali salat, beliau membaca (yang artinya): “Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan pujian-Mu, Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan selain Engkau”. (HR. Abu Daud dan ad-Daraquthni dari riwayat Anas. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, Ibnu Majah dan Ahmad dari Abu Sa’id. Muslim dalam Shahih-nya: Umar membaca doa ini dengan cara jahar [Nail al-Authar: 2/195])

Pendapat pilihan dalam Mazhab Syafi’i adalah bentuk doa (yang artinya):
“Aku hadapkan wajahku kepada Dia yang telah menciptakan langit dan bumi, aku condong kepada kebenaran, berserah diri kepada-Nya, aku tidak termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan itulah aku diperintahkan, aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)”.

Berdasarkan riwayat dari Ahmad, Muslim dan at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh at-Tirmidzi, diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tata Cara Iktikaf Menurut...
Tata Cara Iktikaf Menurut Ustaz Abdul Somad
Hukum Salat Tarawih...
Hukum Salat Tarawih di Rumah Ketika Terjadi Wabah
Contoh Khutbah Idul...
Contoh Khutbah Idul Fitri Tersingkat dari Ustaz Abdul Somad
Apakah Menggunakan Cairan...
Apakah Menggunakan Cairan Softlens Membatalkan Puasa?
Meninggal Dunia, Apakah...
Meninggal Dunia, Apakah Masih Punya Kewajiban Puasa?
Fiqih Salat Malam, Bolehkan...
Fiqih Salat Malam, Bolehkan Salat Tahajjud Setelah Witir?
Rekomendasi
Piramida Dibangun Menggunakan...
Piramida Dibangun Menggunakan Teknologi Canggih, Fakta Baru Ditemukan
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa di dalam Gua
Sisa-sisa Kota Kuno...
Sisa-sisa Kota Kuno Bekas Kerajaan China Pertama Ditemukan
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved