Benarkah Pahala Bacaan Alqur'an Tidak Sampai kepada Mayit? (1)

loading...
Benarkah Pahala Bacaan Alquran Tidak Sampai kepada Mayit? (1)
Benarkah Pahala Bacaan Alqur'an Tidak Sampai kepada Mayit? (1)
Ustaz Muhammad Ajib
Pengajar Rumah Fiqih Indonesia (RFI)
Lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah


Salah satu khilafiyah yang sering dibicarakan masyarakat adalah masalah mengirim pahala bacaan Alqur'anuntuk mayit. Sebagian kalangan menolak hal itu bahkan menghukuminya sebagai perbuatan bid'ah. Dan sebagian kalangan lainnya menganggap hal itu termasuk sesuatu yang dibolehkan dalam agama.

Hal ini wajar saja terjadi di masyarakat kita, sebab masalah mengirim pahala untuk mayit ini memang termasuk permasalahan khilafiyah yang dari dulu para ulama-ulama kita sudah berbeda pendapat.

Sebenarnya yang didebatkan para ulama salaf bukan masalah boleh atau tidaknya mengirim pahala bacaan Alqur'an untuk mayit. Tetapi lebih kepada apakah bacaan Alqur'an yang dihadiahkan pahalanya untuk mayit itu sampai atau tidak pahalanya.



Nah, para ulama salaf kita berbeda pendapat dalam masalah ini. Dan perlu kita ketahui bahwa masalah ini sudah dibahas oleh ulama kita secara detail di dalam kitab-kitab turost mereka masing-masing. Bahkan para ulama kita juga telah menjelaskannya secara rapi beserta dalil-dalilnya.

Kita sebagai orang awam akan ilmu agama dan bahkan sangat awam sekali akan dalil-dalil, maka cukup bagi kita untuk merujuk kepada aqwal para ulama salaf saja. Kita tidak usah capek-capek mencari dalil-dalil yang kita gunakan untuk memperkuat pendapat kita. Karena memang para ulama kita ketika membahas suatu permasalahan ya yang mereka pakai adalah dalil-dalil dari Alqur'an dan hadis.

Jika kita mau membaca kitab-kitab turost yang ditulis oleh para ulama-ulama kita maka akan ditemukan pembahasan menarik mengenai hal ini. Mungkin penyakit kita selama ini belajar agama hanya mendengar orang bilang katanya katanya saja. Tanpa menyebut sumber aslinya dari kitab apa dan ulama siapa yang mengatakannya.



Maka dari itu mari kita budayakan semangat untuk membaca dan mempelajari kitab-kitab turots para ulama kita. Dengan demikian berarti kita telah mengikuti ajaran para ulama salaf yang mana mereka ini adalah para ahli waris Nabi.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
يَمۡحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرۡبِى الصَّدَقٰتِ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيۡمٍ
Allah menghapuskan keberkahan riba dan menyuburkan keberkahan sedekah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.

(QS. Al-Baqarah:276)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video