alexametrics

Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (4)

loading...
Sebelumnya sudah dijelaskan salah satu makanan kesukaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) adalah Zaitun. Dalam buku Aja'ib Al-Makhluqat karya Al-Qazwaini disebutkan keajaiban pohon zaitun adalah dapat menahan air dalam waktu yang lama.

Kemudian, rebusan daun Zaitun berwarna hijau bermanfaat untuk mengusir lalat dalam rumah. Air rebusannya dipercikkan di dalam rumah, maka lalat-lalat akan lari dari rumah itu. Daun Zaitun yang dicampur cuka juga efektif mengobati sakit gigi. Sedangkan getahnya bermanfaat untuk mengobati ambien, yaitu dengan cara dibalutkan pada bagian yang sakit.

Syeikh Prof Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dalam Kitab Tha'amur-Rasul SAW wat-Tadawi bil-Ghidza (Inilah Makanan Rasulullah SAW) menyebutkan, selain Zaitun, Rasulullah SAW juga menyukai daging bagian lengan. [Baca Juga: Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (3)]



Abu Ubaid, salah seorang pelayan Rasul, berkata, "Aku pernah memasak satu periuk (makanan) untuk Nabi. Sungguh, beliau sangat menyukai daging bagian lengan. Rasulullah bersabda, "Berikanlah kepadaku daging bagian lengan." Aku pun memberikan daging itu kepada beliau.

Ibnu al-Qayyim mengatakan, "Daging bagian lengan itu sangat disukai Rasulullah karena lebih matang dan lebih lunak dibanding bagian lainnya, dan letaknya jauh dari tempat kotoran. Selain itu, ia juga memiliki rasa yang enak, serta lebih ringan dan lebih cepat dicerna oleh lambung.

Mukjizat Rasulullah

Salah satu hal yang termasuk mukjizat Rasulullah SAW berkaitan dengan daging bagian lengan ini adalah seperti kisah berikut. Dikisahkan bahwa kaum Yahudi mengetahui Nabi menyukai daging bagian lengan kambing. Mereka pun meletakkan racun ke dalam daging lengan kambing yang akan dimakan oleh Nabi SAW.

Ketika beliau hendak menggigitnya, daging itu tiba-tiba memberitahu kepada Nabi bahwa dirinya telah diracuni. Dalam peristiwa itu, Allah Ta'ala memperlihatkan salah satu mukjizat Rasulullah yaitu lengan seekor kambing yang dapat berbicara. Orang yang meletakkan racun ke dalam makanan Nabi adalah Zainab binti Harits atas perintah kaum Yahudi.

Rasulullah bertanya kepada Zainab alasan apa yang mendorongnya untuk melakukan hal itu. Dia pun menjawab, "Aku melakukan itu karena, jika Engkau benar-benar seorang Nabi, engkau tidak akan celaka oleh racun. Jika engkau tidak dapat celaka oleh racun, maka kami akan beriman kepadamu." Rasulullah sendiri tidak pernah merasa dendam kepada Zainab, dan itulah yang menyebabkan Zainab masuk Islam.

Makanan lain yang paling disukai Rasulullah adalah tsarid. Abu Musa al-Asy'ari meriwayatkan Rasulullah bersabda, "Keutamaan 'Aisyah atas wanita-wanita lainya adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang direndam dalam kuah dan dicampur daging) atas makanan-makanan lainnya". (HR Bukhari-Muslim).

Hal itu karena 'Aisyah memiliki karakter yang baik seperti akhlak yang baik, bahasa yang fasih, dan daya pikir yang kuat. Maksud hadis di atas adalah Aisyah merupakan wanita yang paling baik pada zamannya maupun pada zaman lainnya. [Baca Juga: Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (2)]

Rasulullah juga suka mengonsumsi daging ayam. Kepala Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Umum Universitas Iskandariah, Mesir, Dokter Nawal Abdurrahim, menjelaskan, daging ayam murni dapat memberikan 140 kalori, 19 gram protein, dan 7 gram lemak. Selain itu, daging ayam murni mengandung vitamin B kompleks, kalsium, dan zat besi.

Bagian daging ayam yang paling baik adalah bagian dada, karena tidak mengandung lemak dan sangat baik bagi kesehatan tubuh. Terutama bagi orang yang diet dan penderita penyakit jantung. Sedangkan bagian paha, meskipun mengandung zat besi yang lebih banyak daripada bagian dada, namun kadar lemak yang dikandungnya sangat tinggi.

Abu Musa al-Asy'ari meriwayatkan, "Aku pernah melihat Rasulullah memakan daging ayam". (HR Bukhari). [Baca Juga: Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (1)]

(bersambung)
(rhs)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
وَالَّذِيۡنَ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا سَنَسۡتَدۡرِجُهُمۡ مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur menuju kebinasaan, dengan cara yang tidak mereka ketahui.

(QS. Al-A’raf:182)
cover bottom ayah
preload video