Utang Lunas Berkat Salawat, Simak Kisahnya

loading...
Utang Lunas Berkat Salawat, Simak Kisahnya
Utang Lunas Berkat Salawat, Simak Kisahnya
Kisah ini merupakan penggalan ceramah Syeikh Husna Syarif, ulama besar Mesir, yang diceritkan kembali oleh Al-Habib Quraisy Baharun (Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan). Berkat salawat dan kecintaannya kepada Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW), seorang laki-laki terbebas dari lilitan utang dan ancaman penjara.

Dikisahkan, seorang laki-laki yang terbelit utang, hidup dalam tumpukan utang dan terancam dipenjara karena tak sanggup membayar utangnya. Dulunya ia kaya raya, lalu jatuh bangkrut, sehingga mempunyai utang yang amat banyak. Setiap hari, rumahnya didatangi orang untuk menagih utang.

Hingga suatu hari ia pergi ke tempat salah seorang saudagar kaya untuk meminjam uang. Ia akan meminjam uang sebanyak 500 dinar. Saking terkenalnya orang ini banyak utang sampai-sampai saudagar ini bertanya: "Kira-kiar kapan anda akan melunasi pinjaman ini?" "Minggu depan tuan," jawabnya singkat.

Ia pun pulang dengan membawa 500 dinar di genggamannya. Ia pun membayarkan utangnya kepada orang-oramh yang setiap hari datang menagih utang sampai tidak tersisa sama sekali.

Hari demi hari ia bertambah sulit dan kondisi ekonominya kian terpuruk, hingga tempo pembayaran utangnya pun tiba. Saudagar kaya itu mendatangi rumahnya dan mengatakan: "Tempo utang anda telah tiba". Si miskin dengan suara lirih menjawab: "Demi Allah saya sudah tak punya apa-apa".

Saudagar itu merasa geram kepada si miskin dan mengadukannya ke pengadilan. Setibanya di pengadilan, hakim bertanya: "Mengapa anda tidak membayar utang anda?" Lagi-lagi si miskin menjawab: "Demi Allah saya tak punya apa-apa tuan Hakim".



Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin, maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi utangnya. Kemudian si miskin bangkit dan berkata: "Wahai tuan hakim, kalau memang itu hukumannya, tolong berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya mau pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, kemudian saya berjanji akan kembali untuk di penjara".

Hakim menyahuti si miskin dengan mengatakan: "Bagaimana mungkin bisa dipercaya, apa jaminan kalau kamu bakal kembali besok? Sedangkan hari ini aku telah memvonismu hukuman penjara?"

Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya, dia menjawab dengan yakin dan suara lirih: " Rasulullah SAW jaminanku wahai tuan hakim. Jika besok aku tidak datang maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah SAW!".
halaman ke-1
cover top ayah
اَلَمۡ يَاۡنِ لِلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡ تَخۡشَعَ قُلُوۡبُهُمۡ لِذِكۡرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الۡحَـقِّۙ وَلَا يَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ الۡاَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ‌ؕ وَكَثِيۡرٌ مِّنۡهُمۡ فٰسِقُوۡنَ
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.

(QS. Al-Hadid:16)
cover bottom ayah
preload video