Jangan Menunda Tobat, Rasulullah Tobat Setiap Hari Meski Beliau Maksum

loading...
Jangan Menunda Tobat, Rasulullah Tobat Setiap Hari Meski Beliau Maksum
Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun. Foto/ist
Semua manusia pasti pernah berbuat salah dan dosa kecuali Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW) yang dikaruniai sifat maksum (terpelihara dari dosa). Sebagaimana Nabi Adam pernah berbuat salah kemudian bertobat dan Allah Ta'ala menerima taubatnya. Maka, manusia biasa seperti kita pun seharusnya bertobat dari setiap dosa dan kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

"Setiap anak cucu Adam suka berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah orang-orang yang banyak bertobat." (Baca Juga: Orang yang Tidak Bertobat Adalah Orang yang Zalim)



Tak terasa umur semakin menua. Hari demi hari berlalu, dosa demi dosa kita perbuat, kemaksiatan demi kemaksiatan mewarnai hari-hari kita. Maha Suci Allah, Zat yang Maha Pemurah, DIA tetap membuka pintu taubat bagi hamba-hamba Nya yang ingin bertobat dari segala dosa.

(Baca Juga: Positif 190.665 Orang, 136.401 Sembuh dan 7.940 Meninggal)

"Betapa zalimnya diri ini, bergelimang dosa dan mengaku diri sebagai hamba, tidak malu bermaksiat terang-terangan di hadapan Robb 'Azza wa Jalla, namun enggan bertobat. Sadarilah keagungan Allah yang telah menciptakan dan memberikan nikmat tak berhingga kepadamu. Ingatlah pedihnya siksa-Nya jika engkau tidak segera bertaubat," kata Pimpinan Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat Al-Habib Quraisy Baharun dalam satu tausiyahnya.



Habib Quraisy menukil salah satu hadis Nabi yang mahsyur, Rasulullah SAW bersabda:
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video