Petunjuk Alquran

loading...
Petunjuk Alquran
Petunjuk Alquran
BULAN Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan batil.” (2:185).

Sekalipun pendek, ayat tersebut memiliki kandungan makna yang sangat dalam dan luhur. Ayat ini juga sangat tepat untuk dijelaskan terutama berkaitan dengan momentum puasa yang sedang kita jalani. Bulan Ramadan juga disebut dengan bulan Alquran karena memang pada permulaannya Alquran diturunkan pada bulan yang mulia dan penuh berkah ini. Pertanyaannya kenapa Alquran di turunkan pada bulan Ramadan dan tidak diturunkan pada bulan-bulan yang lain? Apa hikmah di balik turunnya wahyu Ilahi ini pada bulan Ramadan?

Bahwa untuk menyambut Alquran diperlukan kondisi rohani yang benar-benar siap dan sehat secara spiritual. Kesehatan dan kesiapan secara spiritual ini sangat dimungkinkan jika umat Islam berada dalam keadaan berpuasa. Kondisi spiritual yang tidak sehat atau menurun sangatlah sulit untuk me nyambut kedatangan Alquran. Alquran perlu disambut dengan kondisi kejiwaan dan kemanusiaan yang benar-benar bersih dan stabil. Hal ini karena Alquran merupakan petunjuk (hudan) bagi semua manusia.

Petunjuk-petunjuk Tuhan yang ada dalam Alquran dapat dengan mudah diperoleh jika kondisi kejiwaan manusia berada pada posisi yang bersih dan stabil secara spiritual. Selain itu, diturunkannya Alquran pada bulan suci Ramadan menyiratkan bahwa sangat dianjurkan membaca Alquran di bulan yang mulia ini. Pembacanya pun diharapkan dapat memperoleh petunjuk serta memahami dan menerapkan ajaran-ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk-petunjuk yang disajikannya.

Dengan petunjuk ini diharapkan manusia dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Pertanyaan selanjutnya, mengapa manusia memerlukan petunjuk Tuhan dari Alquran? Apa tidak cukup petunjuk-petunjuk itu diperoleh selain dari Alquran? Manusia memiliki naluri untuk ingin tahu terhadap keadaan yang luar biasa di luar dirinya. Namun, tidak semua rasa keingintahuan manusia ini dapat terjawab secara memuaskan. Bahkan, tidak jarang pertanyaan-pertanyaan manusia ini tak mampu dijawab oleh para cendekiawan sekalipun.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab itu tentu saja menggelisahkan naluri manusia yang selalu ingin tahu. Semakin banyak pertanyaan tidak terjawab, semakin banyak kebingungan dan kegelisahan yang muncul. Misalnya, persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sesudah mati (metafisika) atau alam-alam gaib. Tak sedikit pun akal manusia mampu memberikan jawaban atas masalah-masalah metafisika ini yang memang di luar jangkauan akal. Akal manusia hanya mampu menjangkau hal-hal yang masih dalam jangkauan sensorisnya.



Jika akal dipaksakan untuk menjawabnya, jawaban akal ini sangatlah spekulatif sehingga tidak menghilangkan keraguan. Karena itu, dalam kondisi demikian, Alquran sebagai wahyu Ilahi sangatlah diperlukan. Alquran hadir sebagai petunjuk Ilahiah atas persoalan metafisik di luar jangkauan akal manusia. Selain persoalan metafisik, Alquran juga memberikan penjelasan-penjelasan seputar aturan-aturan kehidupan yang dijalani manusia di bumi ini. Dan yang menetapkan aturan-aturan ini haruslah yang paling mengetahui kebutuhan manusia dan tidak memiliki kepentingan pribadi.

Kehadiran manusia di muka bumi ini bukannya dibiarkan begitu saja tanpa bimbingan Allah SWT. Untuk dapat mencapai tujuan penciptaannya, Allah SWT sebagai pencipta seluruh makhluk memberikan beberapa petunjuk (hidayah) kepada manusia.

A HASYIM MUZADI

Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS)
(hyk)
cover top ayah
وَّاِنَّ الدِّيۡنَ لوَاقِعٌ
Sesungguhnya, hari pembalasan pasti terjadi.

(QS. Az-Zariyat:6)
cover bottom ayah
preload video