Esensi berpuasa adalah perubahan

Rabu, 24 Juli 2013 - 07:21 WIB
Esensi berpuasa adalah...
Esensi berpuasa adalah perubahan
A A A
ALLAH berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al- Baqarah:183).

Ayat di atas menegaskan bahwa sasaran perintah berpuasa ditujukan pada orang yang beriman. Allah menggunakan kalimat Yaa ayyuhalladzina amanu tidak menggunakan kalimat “Yaa ayyuhannas” (wahai manusia), bukan juga “Yaa ayyuhal muslimun” (wahai orang-orang Islam). Lalu apa maknanya? Penggunaan kalimat perintah yang dikhususkan pada orang-orang beriman ini memberikan gambaran kewajiban ibadah berpuasa itu, mempunyai spesifikasi dan bobot ibadah yang tidak ringan dan tak semua orang bisa melakukannya.

Hal ini mengingat dalam beribadah puasa itu memosisikan shoim(orang yang berpuasa) harus bisa melepaskan diri dari pemenuhan kebutuhan jasmaniahnya seperti makan, minum dan melakukan hubungan seksual, serta melepaskan sifat alamiahnya sebagai manusia biasa seperti marah, iri hati, dengki, kikir, aniaya.

Dus, saat seorang yang beriman itu melakukan puasa, ia sebenarnya sedang ditatar untuk dapat meningkat derajatnya dari sifat “alamiahnya” sebagai manusia menuju sifat “malakut” yang memfokuskan seluruh hidupnya untuk mengabdi, tunduk dan patuh terhadap segala titah ilahi rabi.

Pada tataran praksisnya, berpuasa itu merupakan tahapan metodologi Ilahiah untuk mentransformasikan sifat-sifat ketuhanan ke dalam diri manusia atau takhalluq bi akhlaqillah. Sekadar menyebut salah satu contoh: Allah mempunyai sifat “Rahman dan Rahim” (kasih dan sayang), maka orang yang berpuasa harus dapat mengasihi dan menyayangi sesama umat manusia dan semua makhluk di muka bumi ini.

Realitas Sosiologis Berpuasa

Dengan sasaran perintah yang hanya ditujukan kepada “orang-orang yang beriman”, berpuasa mempunyai dinamika tersendiri dalam pelaksanaannya. Terlebih dengan sifat “keimanan” manusia yang secara alamiah terjadi pasang surut kualitas pengintegrasian nya. Kualitas keimanan seseorang ada kalanya yazidu(bertambah) dan ada kalanya yanqusu (berkurang).

Lalu, bagaimanakah mengukur keberhasilan ibadah puasa, atau mengukur ketakwaan itu? Sampai hari ini belum ada satu pun lembaga yang melakukan penelitian akan dampak ibadah puasa. Melihat sifatnya yang sangat individual, maka salah satu tolok ukur yang bisa digunakan untuk memotret dampak dari seseorang yang telah menjalankan ibadah puasa adalah perubahan yang terjadi seusai Ramadan.

Adakah setelah berpuasa seseorang itu makin baik tindakan, sifat, dan karakternya! Atau dalam realitas empiriknya, apakah kita semua umat Islam makin mengasihi dan peduli sesama, tambah
disiplin, dan sebagainya.

Lebih spesifik lagi, apakah terjadi peningkatan kualitas ibadah ritual, keluarga-keluarga muslim semakin damai dan rukun; antartetangga saling menghormati dan kerja sama; pelaku bisnis muslim semakin dinamis? Apakah juga aparat pelayanan umum semakin aware; tidak ada kekerasan yang dilakukan orang Islam terhadap siapa pun; para pemimpin muslim semakin adil, tegas, dan disiplin; dan sebagainya dan sebagainya.

IDA FAUZIYAH
Ketua Komisi VIII DPR
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Alquran sebagai Lautan...
Alquran sebagai Lautan Ilmu
Tausiyah Singkat Penyejuk...
Tausiyah Singkat Penyejuk Hati, Dunia Hanya Sementara
Tabligh Akbar Ramadan...
Tabligh Akbar Ramadan 2025: Ustaz Das'ad Latif Ajak Meningkatkan Kepekaan Sosial melalui Puasa
Tausiyah Aa Gym Ini...
Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah
Ini Tausiyah Wantim...
Ini Tausiyah Wantim MUI Jelang Ramadhan 1441 Hijriah
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Rekomendasi
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Petir dan Guntur, Bukti...
Petir dan Guntur, Bukti Keajaiban Ciptaan Allah Ta'ala
Ilmuwan Ungkap Misteri...
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Terjadinya Lubang Raksasa di Antartika
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved