2 Kegembiraan Orang Berpuasa, Salah Satunya Ketika Berbuka
Senin, 27 Maret 2023 - 18:17 WIB
Jika orang yang berpuasa mengetahui kegembiraan yang bakal diperolehnya, maka ia melaksanakan puasa dengan ikhlas dan penuh semangat. Foto/Ist
Kedudukan orang yang berpuasa sangat mulia di sisi Allah. Selain mendapat ganjaran langsung dari Allah, orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan.
Kebahagiaan ini tidak didapat dengan ibadah lainnya. Dalam riwayat yang sahih, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya: "Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiaran ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabbnya." (Mutafaq 'Alaihi)
Apa maksud dua kegembiraan tersebut?
Para ulama menjelaskan, kegembiraan ketika berbuka puasa adalah fitrah manusia karena manusia cenderung kepada perkara syahwat seperti makan, minum, jima' dan sebagainya. Orang yang semula dilarang melakukan makan dan minum atau menahan lapar dan haus kemudian dengan berbuka ia semua kekangan itu akan dilepaskannya. Inilah kegembiraan bagi mereka yang berpuasa. (Lihat Lathaif al-Ma'arif)
Kedua, kegembiraan ketika bertemu Rabb-nya. Maksudnya, orang yang berpuasa karena didasari iman dan ihtisab akan menerima ganjaran bertemu Allah di Akhirat kelak. Ini berdasarkan firman Allah:
يَوۡمَ تَجِدُ كُلُّ نَفۡسٍ مَّا عَمِلَتۡ مِنۡ خَيۡرٍ مُّحۡضَرًا ۖۚ ۛ وَّمَا عَمِلَتۡ مِنۡ سُوۡٓءٍ ۚۛ تَوَدُّ لَوۡ اَنَّ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَهٗۤ اَمَدًاۢ بَعِيۡدًا ؕ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفۡسَهٗؕ وَاللّٰهُ رَءُوۡفٌۢ بِالۡعِبَادِ
Artinya: "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya." (QS Ali 'Imran Ayat 30)
Apabila orang yang berpuasa mengetahui ganjaran dan kegembiraan yang diperolehnya itu, maka ia melaksanakan puasa dengan ikhlas dan penuh semangat.
Kebahagiaan ini tidak didapat dengan ibadah lainnya. Dalam riwayat yang sahih, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya: "Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiaran ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabbnya." (Mutafaq 'Alaihi)
Apa maksud dua kegembiraan tersebut?
Para ulama menjelaskan, kegembiraan ketika berbuka puasa adalah fitrah manusia karena manusia cenderung kepada perkara syahwat seperti makan, minum, jima' dan sebagainya. Orang yang semula dilarang melakukan makan dan minum atau menahan lapar dan haus kemudian dengan berbuka ia semua kekangan itu akan dilepaskannya. Inilah kegembiraan bagi mereka yang berpuasa. (Lihat Lathaif al-Ma'arif)
Kedua, kegembiraan ketika bertemu Rabb-nya. Maksudnya, orang yang berpuasa karena didasari iman dan ihtisab akan menerima ganjaran bertemu Allah di Akhirat kelak. Ini berdasarkan firman Allah:
يَوۡمَ تَجِدُ كُلُّ نَفۡسٍ مَّا عَمِلَتۡ مِنۡ خَيۡرٍ مُّحۡضَرًا ۖۚ ۛ وَّمَا عَمِلَتۡ مِنۡ سُوۡٓءٍ ۚۛ تَوَدُّ لَوۡ اَنَّ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَهٗۤ اَمَدًاۢ بَعِيۡدًا ؕ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفۡسَهٗؕ وَاللّٰهُ رَءُوۡفٌۢ بِالۡعِبَادِ
Artinya: "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya." (QS Ali 'Imran Ayat 30)
Apabila orang yang berpuasa mengetahui ganjaran dan kegembiraan yang diperolehnya itu, maka ia melaksanakan puasa dengan ikhlas dan penuh semangat.
Lihat Juga :