Utsmani Runtuh, Mereka Menyesal Jadi Tunggangan Freemasonry

Senin, 03 Agustus 2020 - 05:00 WIB
Bahkan, kata Fauzi Thughai, inilah yang kemudian mengakibatkan kehancuran khilafah Utsmani secara keseluruhan.

Walaupun sebenarnya dia mengetahui --sebagaimana yang dikatakan oleh Nizhamuddin Labah Dankhan Ughlu-- dalam sebuah studinya tentang peran Yahudi dalam penghancuran pemerintahan Utsmani bahwa orang-orang Yahudi itu memiliki kekuatan yang demikian besar yang bisa membuat mereka sukses dalam melakukan sebuah aksi yang sangat teratur. Harta kekayaan ada di tangan mereka, hubungan bisnis internasional juga ada di tangan mereka. Sebagaimana mereka juga menguasai media Eropa dan gerakan Freemasonry.

Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani



Penekan Israel

Setelah Sultan Abdul Hamid ll disingkirkan dari pemerintahan, media-media Yahudi yang berada di Salonika menyatakan kegembiraan mereka dari tekanan “Penekan Israel” sebagaimana yang dituliskan oleh media-media tersebut.

Dalam hal ini Luther mengatakan: "Setelah Sultan Abdul Hamid disingkirkan dari kesultanan, media-media Yahudi di Salonika menyatakan kegembiraannya dan menyatakan kabar gembira akan terlepasnya dari ‘Penekan Israel’ yang menolak permintaan Herzl yang memberikan paspor mereka serupa dengan undang-undang untuk orang asing.”

Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita

Kampanye melalui media terus dilakukan oleh orang-orang Yahudi selama beberapa lama yang mengecam dengan keras Sultan Abdul Hamid ll. Apa yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kampanye ini dimaksudkan untuk:

Pertama, membela para anggota Persatuan dan Pembangunan dengan cara memberikan justifikasi terhadap apa yang mereka lakukan dalam mengakhiri pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, agar pemerintahan Utsmani kembali memiliki posisi stabil sebagaimana semula.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah

Kedua, menutupi kegagalan organisasi Persatuan dan Pembangunan di dalam memerintah negara. Dimana orang-orang Persatuan dan Pembangunan ini menjadikan kekerasan dan kediktatoran sebagai sarana untuk berkuasa. Mereka telah memecah belah rakyat di dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!