Utsmani Runtuh, Mereka Menyesal Jadi Tunggangan Freemasonry

Senin, 03 Agustus 2020 - 05:00 WIB
Sultan Abdul Hamid II dalam serial film Payitaht. Foto/ilustrasi/Ist
SEBAGIAN besar dari kalangan garda depan yang terlibat dalam organisasi Persatuan dan Pembangunan mengaku telah terjerat dalam gerakan Freemasonry-Zionis . Belakangan mereka menyesal atas semua yang terjadi. Penyesalan yang tentu saja tiada guna. Khilafah Utsmaniyah runtuh menyusul tumbangnya kekuasaan Sultan Abdul Hamid II . (Baca juga: Ini Fatwa yang Lengserkan Sultan Abdul Hamid II dan Hancurkan Khilafah Utsmani )

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah menyebut Anwar Pasya yang telah memainkan peran besar dalam revolusi tahun 1908 dalam sebuah pembicaraan dengan Jamal Pasya, salah seorang pentolan dari Persatuan dan Pembangunan, mengatakan: “Tahukah engkau wahai Jamal, apa dosa kita?” (Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II )



Setelah merasakan perasaan menyesal yang sangat dalam, dia berkata: “Kami tidak mengenal secara dekat Sultan Abdul Hamid, sehingga terjerat menjadi tangan-tangan Yahudi . Orang-orang Freemasonry menjadikan kita sebagai aset mereka. Kita telah mengeluarkan segala upaya kita untuk kepentingan orang-orang Zionis. lnilah dosa kita yang sebenarnya.” (Baca juga: Sultan Abdul Hamid II Tolak Rayuan Zionis Kuasai Bumi Palestina )



Serupa dengan kalimat tersebut, Ayub Shabri salah seorang pemimpin Persatuan dan Pembangunan dari kalangan militer mengatakan: “Kita telah jatuh dalam jerat orang-orang Yahudi, tatkala kita melakukan apa yang menjadi keinginan orang-orang Yahudi melalui Freemasonry dengan cara mereka menyuguhkan beberapa keping uang lira emas kepada kita. Padahal pada saat yang sama, orang-orang Yahudi itu telah menawarkan uang emas lira sebanyak 30 juta kepada Sultan dengan harapan Sultan melakukan apa yang mereka inginkan, namun Sultan menolak keinginan mereka.”

Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional



Serupa dengan ini adalah apa yang dikatakan oleh Bernard Lewis; “Orang-orang Freemasonry dan Yahudi itu telah melakukan kerja sama rahasia untuk menjungkalkan Sultan Abdul Hamid II. Sebab dia adalah orang yang paling keras menentang orang-orang Yahudi dan menolak untuk memberikan sejengkal tanah pun dari wilayah Palestina kepada orang-orang Yahudi.”

Arbakan sang mujahid besar pemimpin Partai Refah di Turki memberikan komentar mengenai masalah ini dengan mengatakan: ”Sesungguhnya gerakan Freemasonry telah berusaha dengan usaha sangat keras untuk menurunkan Sultan Abdul Hamid II. Mereka berhasil dalam usahanya. Organisasi Freemasonry yang pertama kali dibuka di Turki dilakukan oleh Emanuel Qurushu seorang Yahudi. Bergabung dalam organisasi ini beberapa perwira di Salonika." (Baca juga: Kisah Heroik Sultan Abdul Hamid II Menghadapi Konspirasi Barat)

Dalam sebuah makalah yang dipublikasikan di surat kabar Buyuk Dhughu yang terbit di Turki pada tanggal 2 Mei tahun 1947 edisi 61 Muharram, Fauzi Thughai dalam sebuah judul; Palestina dan Masalah Yahudi, mengatakan, Sultan Abdul Hamid mencegah keinginan Yahudi untuk merealisasikan tujuan orang-orang Yahudi untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina. “Tindakan ini harus menelan biaya yang sangat mahal dengan akibat disingkirkannya dari singgasana kekuasaan,” tulisnya.

Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!