Bertawassul dengan Nama-nama Allah SWT agar Doa Dikabulkan
Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:25 WIB
Di dalam tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini beliau menukil pernyataan salah seorang ulama Tabi’in, ahli tafsir yang terkenal, Imam Qatadah bin Di’amah As-Sadusi Rahimahullahu Ta’ala, beliau mengatakan, “Makna dari ayat adalah dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan mengamalkan ketaatan dan perbuatan yang mendatangkan keridaanNya.
Jadi kita diperintahkan untuk mencari wasilah waktu berdoa agar doa mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tawasul paling utama adalah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam doa beliau di hadits shahih ini, yaitu dengan nama-nama Allah atau dengan sifat-sifatNya. Kemudian yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, yaitu kita sebut amalan shalih yang pernah kita kerjakan, misalnya, “Ya Allah Engkau Maha Mengetahui, jika amalku ini ikhlas, maka mudahkanlah menjadi sebab dikabulkannya doaku ini.”
"Itu boleh. Atau dengan doanya orang shalih yang ada di hadapan kita yang masih hidup. Dia berdoa sedangkan kita mengaminkannya, itu juga boleh,"tutur Ustaz Abdullah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempraktikkan di dalam hadits ini berdoa dengan nama-nama Allah semua yang ini merupakan wasilah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
"Ini termasuk hal yang patut kita contoh, ketika Rasulullah SAW bertawasul dengan nama-nama Allah, disebutkan semua yang Allah ajarkan, yang Allah turunkan di dalam kitabNya, yang Allah ajarkan kepada salah seorang dari hambaNya (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), bahkan nama-nama Allah lain yang ada pada ilmu ghaib yang ada di sisiNya,"paparnya.
Baca juga: Pentingnya Bertawassul, Para Sahabat Nabi pun Melakukannya ketika Punya Hajat
Wallahu A'lam
Jadi kita diperintahkan untuk mencari wasilah waktu berdoa agar doa mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tawasul paling utama adalah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam doa beliau di hadits shahih ini, yaitu dengan nama-nama Allah atau dengan sifat-sifatNya. Kemudian yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, yaitu kita sebut amalan shalih yang pernah kita kerjakan, misalnya, “Ya Allah Engkau Maha Mengetahui, jika amalku ini ikhlas, maka mudahkanlah menjadi sebab dikabulkannya doaku ini.”
"Itu boleh. Atau dengan doanya orang shalih yang ada di hadapan kita yang masih hidup. Dia berdoa sedangkan kita mengaminkannya, itu juga boleh,"tutur Ustaz Abdullah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempraktikkan di dalam hadits ini berdoa dengan nama-nama Allah semua yang ini merupakan wasilah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
"Ini termasuk hal yang patut kita contoh, ketika Rasulullah SAW bertawasul dengan nama-nama Allah, disebutkan semua yang Allah ajarkan, yang Allah turunkan di dalam kitabNya, yang Allah ajarkan kepada salah seorang dari hambaNya (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), bahkan nama-nama Allah lain yang ada pada ilmu ghaib yang ada di sisiNya,"paparnya.
Baca juga: Pentingnya Bertawassul, Para Sahabat Nabi pun Melakukannya ketika Punya Hajat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :