Perang Salib II: Bukan Hanya Perang Katolik dengan Islam
Rabu, 31 Juli 2024 - 15:12 WIB
Baca juga: Yerusalem dalam Pandangan Tiga Agama dan Meletusnya Perang Salib
Front kedua terjadi di Semenanjung Iberia, Spanyol , yang bertujuan memerangi kekuasaan Islam Dinasti Murabithun.
Front ketiga terjadi di Eropa Tengah yang bertujuan menyebarkan paham Katolik. Di Eropa Tengah masih banyak penduduk dari bangsa Slavia yang menyembah dewa-dewa pagan, sehingga tidak ada cara selain memanfaatkan momentum Perang Salib II untuk menyebarkan Katolik ke seluruh Eropa.
Dilihat dari banyaknya kerajaan yang terlibat Perang Salib II, sangat terlihat bahwa Perang Salib yang ini diikuti oleh seluruh kerajaan di Eropa.
Motivasi Eropa untuk menjadi kekuatan nomor satu sangat tinggi karena Islam yang begitu kuat dapat dikalahkan pada perang sebelumnya (mengacu pada kemenangan tentara Salib di Yerusalem pada tahun 1099).
Tidak hanya itu, Kristen juga dapat mendirikan pemerintahan di Yerusalem dan sekitarnya. Perang Salib II juga dijadikan momentum peningkatan strata sosial. Orang-orang Eropa ingin menjadi layaknya Godfrey, Raymond IV, Bohemond, dan Baldwin, yang berhasil meraih status dari “bangsawan kelas menengah” menjadi “raja”.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Front kedua terjadi di Semenanjung Iberia, Spanyol , yang bertujuan memerangi kekuasaan Islam Dinasti Murabithun.
Front ketiga terjadi di Eropa Tengah yang bertujuan menyebarkan paham Katolik. Di Eropa Tengah masih banyak penduduk dari bangsa Slavia yang menyembah dewa-dewa pagan, sehingga tidak ada cara selain memanfaatkan momentum Perang Salib II untuk menyebarkan Katolik ke seluruh Eropa.
Dilihat dari banyaknya kerajaan yang terlibat Perang Salib II, sangat terlihat bahwa Perang Salib yang ini diikuti oleh seluruh kerajaan di Eropa.
Motivasi Eropa untuk menjadi kekuatan nomor satu sangat tinggi karena Islam yang begitu kuat dapat dikalahkan pada perang sebelumnya (mengacu pada kemenangan tentara Salib di Yerusalem pada tahun 1099).
Tidak hanya itu, Kristen juga dapat mendirikan pemerintahan di Yerusalem dan sekitarnya. Perang Salib II juga dijadikan momentum peningkatan strata sosial. Orang-orang Eropa ingin menjadi layaknya Godfrey, Raymond IV, Bohemond, dan Baldwin, yang berhasil meraih status dari “bangsawan kelas menengah” menjadi “raja”.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
(mhy)
Lihat Juga :