Hubungan Suami-Istri: Beda Islam, Kristen dan Yahudi Ketika Istri Datang Bulan

Kamis, 15 Agustus 2024 - 15:14 WIB
Dalam riwayat diceritakan, bahwa orang-orang Yahudi dan Majusi terlalu berlebih-lebihan dalam menjauhi istrinya ketika datang bulan. Ilustrasi: Ist
Syaikh Yusuf al-Qardhawi mengatakan Al-Quran menganggap penting untuk menampilkan masalah tujuan kejiwaan dari perkawinan , dan tujuan itu justru dijadikan standar membina kehidupan berumah tangga.

"Tujuan ini untuk melukiskan ketenteraman nafsu seksual dengan memperoleh keragaman cinta antara suami-istri , memperluas dunia kasih-sayang antara dua keluarga, lebih meratanya perasaan cinta kasih yang meliputi kedua orang tua sampai kepada anak-anak," tulis Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang diterjemahkan H. Mu'ammal Hamidy berjudul "Halal dan Haram dalam Islam" (PT Bina Ilmu, 1993).

Inilah arti yang terkandung dalam firman Allah yang mengatakan:

"Di antara tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, yaitu Ia menjadikan untuk kamu jodoh-jodoh dari diri-diri kamu sendiri supaya kamu menjadi tentram dengan jodoh itu, dan Ia menjadikan antara kamu cinta dan kasih-sayang, sesungguhnya yang demikian itu sungguh sebagai bukti-bukti bagi orang yang mau berpikir." ( QS ar-Rum : 21)

Baca juga: Ketika Istri Menolak Ajakan Hubungan Intim Suami

Jalinan Perasaan

Akan tetapi, kata al-Qardhawi, al-Qur'an juga tidak melupakan segi perasaan dan hubungan badaniah antara suami-istri. Untuk itu maka al-Quran memberikan bimbingan ke arah yang lebih lurus yang dapat menyalurkan kepentingan naluri dan menghindari yang tidak diinginkan.

Dalam riwayat diceritakan, bahwa orang-orang Yahudi dan Majusi terlalu berlebih-lebihan dalam menjauhi istrinya ketika datang bulan; kebalikan dari orang-orang Nasrani , yang menyetubuhi istrinya ketika datang bulan.

Mereka sama sekali tidak menghiraukan masalah datang bulan itu. Dan orang-orang jahiliah sama sekali tidak mau makan, minum, duduk-duduk dan tinggal serumah dengan istrinya yang kebetulan datang bulan, seperti yang dikerjakan oleh orang Yahudi dan Majusi.

Justru itu sementara orang-orang Islam bertanya kepada Nabi, apa yang sebenarnya dihalalkan dan apa pula yang diharamkan buat mereka, ketika istrinya itu datang bulan. Maka turunlah ayat yang berbunyi:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!