3 Faktor Kemenangan Reconquista dan Keruntuhan Kekhalifahan Cordoba

Senin, 26 Agustus 2024 - 06:58 WIB
Baca juga: Reconquista: Ini Kenapa Thariq bin Ziyad Mudah Menaklukkan Gibraltar

Pada tahun 1248 Ferdinand III, raja dari Castilla, mengalahkan Kekhalifahan Muwahhidun dan merebut Sevilla, sekaligus mengusir Muwahhidun dari Semenanjung Iberia ke Maroko.

Kekalahan Kekhalifahan Muwahhidun menjadikan Islam tidak mempunyai pelindung lagi di Andalusia, dan sejak itu Islam menjadi bangsa minoritas dan membayar pajak kepada kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia.

Pemerintahan Islam hanya tersisa satu dinasti, yaitu Emirat Granada yang dapat bertahan hingga tahun 1492.

Ketiga, suksesnya Reconquista adalah karena kepausan di Roma mempunyai kekuasaan di atas kerajaan-kerajaan di seluruh Eropa.

Ditinjau dari segi militer atau luas wilayah, memang Kepausan di Roma bukan tandingan Kerajaan Prancis, Inggris, maupun Kerajaan Suci Roma.

Akan tetapi Kepausan di Roma mempunyai keistimewaan, yaitu selain sebagai pemimpin agama Katolik, Kepausan Roma juga mempunyai kewenangan untuk mengelola pemerintahan di Italia selatan atau juga masuk dalam wilayah Kerajaan Suci Roma.

Seluruh kerajaan di Eropa yang menganut Katolik , terutama wilayah barat, membuat Kepausan di Roma sangat dihormati.

Baca juga: Reconquista: Kisah Militer Islam yang Tak Tertandingi Pasukan Eropa

Adanya Perang Salib di Timur membuat peran Kepausan Roma tidak hanya sacral, namun juga tampil sebagai kekuatan pemersatu kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa.

Kepausan Roma juga terlibat dalam kemenangan Reconquista selama Pertempuran Las Navas de Tolosa pada tahun 1212, Pertempuran Lisbon tahun 1147, dan Pertempuran Tortosa tahun 1148—yang kedua pertempuran tersebut menjadi bagian Perang Salib II yang terjadi serentak dengan Perang Salib di Timur Tengah .
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!