Runtuhnya Daulah Fatimiyah: Terjadi Pemaksaan Paham Syiah di Mesir
Senin, 18 November 2024 - 12:56 WIB
Daulah Fatimiyah mewajibkan seluruh pegawai memeluk mazhab Syiah Ismailiyah. Ilustrasi: AI
Pada masa kemunduran Daulah Fatimiyah berada di bawah enam khalifah , yaitu Al-Zafir (1021-1036 M), Al-Mustansir (1035- 1094 M), Al-Musta’li (1094-1101 M), Al-Amir (1101-1130 M), Al-Hafiz (1130-1149), Al-Zafir (1149-1154 M), Al-Fa’iz (1154- 1160 M) dan Al-Adid (1160-1171 M).
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan di antara kebijakan yang diambil Khalifah Daulah Fatimiyah pada saat berkuasa di Mesir adalah menyebarkan atau bahkan boleh dikatakan memaksakan paham Syi’ah Isma’ilyah kepada penduduk.
"Untuk itu, seluruh pegawai diwajibkan memeluk mazhab Syiah Ismailiyah," tulis Syamruddin Nasution.
Semua qadhi atau hakim diwajibkan supaya mengeluarkan keputusan hukum yang sesuai dengan undang-undang mazhab Syiah. Kemudian mereka menyebarkan atau mempropagandakan mazhab Syiah Ismailiyah kepada penduduk.
Sudah begitu, tiga Khalifah pertama, yaitu Abu Bakar Shiddiq , Umar bin Khattab dan Utsmanbin Affan dicaci maki dan dicela oleh Khalifah Daulah Fatimiyah.
Baca juga: Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah : Pendiri, Sejarah, dan Kekayaan
Bahkan yang lebih kasar lagi adalah apa yang dilakukan oleh Khalifah Al-Hakim Biamrillah, dia memerintahkan supaya dilukiskan cacian kepada para sahabat, baik di dinding-dinding masjid, di pasar-pasar maupun di jalan-jalan.
Perintah itu dikeluarkannya kepada seluruh pemerintah daerah dalam wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah.
Tindakan Al-Hakim ini membangkitkan kemarahan rakyat Sunni yang merupakan mayoritas penduduk di seluruh wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah. Mereka menuntut dihentikan segala bentuk caci maki yang ditujukan kepada tiga Khalifah pertama tersebut.
Pada akhirnya konflik Sunni-Syiah ini dapat diselesaikan setelah Khalifah Al-Hakim menyuruh menghapus segala celaan terhadap Khalifah yang tiga dan akan dihukum setiap orang yang berani mencela mereka dan bersikap kasar pada mereka baik di jalan-jalan maupun di khalayak ramai.
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan di antara kebijakan yang diambil Khalifah Daulah Fatimiyah pada saat berkuasa di Mesir adalah menyebarkan atau bahkan boleh dikatakan memaksakan paham Syi’ah Isma’ilyah kepada penduduk.
"Untuk itu, seluruh pegawai diwajibkan memeluk mazhab Syiah Ismailiyah," tulis Syamruddin Nasution.
Semua qadhi atau hakim diwajibkan supaya mengeluarkan keputusan hukum yang sesuai dengan undang-undang mazhab Syiah. Kemudian mereka menyebarkan atau mempropagandakan mazhab Syiah Ismailiyah kepada penduduk.
Sudah begitu, tiga Khalifah pertama, yaitu Abu Bakar Shiddiq , Umar bin Khattab dan Utsmanbin Affan dicaci maki dan dicela oleh Khalifah Daulah Fatimiyah.
Baca juga: Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah : Pendiri, Sejarah, dan Kekayaan
Bahkan yang lebih kasar lagi adalah apa yang dilakukan oleh Khalifah Al-Hakim Biamrillah, dia memerintahkan supaya dilukiskan cacian kepada para sahabat, baik di dinding-dinding masjid, di pasar-pasar maupun di jalan-jalan.
Perintah itu dikeluarkannya kepada seluruh pemerintah daerah dalam wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah.
Tindakan Al-Hakim ini membangkitkan kemarahan rakyat Sunni yang merupakan mayoritas penduduk di seluruh wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah. Mereka menuntut dihentikan segala bentuk caci maki yang ditujukan kepada tiga Khalifah pertama tersebut.
Pada akhirnya konflik Sunni-Syiah ini dapat diselesaikan setelah Khalifah Al-Hakim menyuruh menghapus segala celaan terhadap Khalifah yang tiga dan akan dihukum setiap orang yang berani mencela mereka dan bersikap kasar pada mereka baik di jalan-jalan maupun di khalayak ramai.
Lihat Juga :