Runtuhnya Daulah Fatimiyah: Terjadi Pemaksaan Paham Syiah di Mesir

Senin, 18 November 2024 - 12:56 WIB
Tindakan Al-Hakim ini menimbulkan bibit-bibit kebencian dan kemarahan di kalangan rakyat yang menjadi bom waktu terjadinya perang pada saat yang tepat mereka bertekad hendak menghancurkan Daulah Fatimiyah.

Kehancuran Daulah Fatimiyah terjadi sepeninggal Khalifah Al-Hakim. Para Khalifah yang dilantik sesudahnya mereka telah tenggelam dalam kemewahan hidup sampai Khalifah terakhir Al-Adid (1160-1171 M).

Baca juga: 3 Sumber Pendapatan Daulah Fatimiyah: Salah Satunya Jizyah

Mereka tinggal di istana-istana indah di Kairo menikmati berbagai macam kelezatan hidup duniawi. Sedangkan urusan pemerintahan mereka serahkan kepada para Perdana Menteri. Para Perdana Menteri pun merongrong jabatan Khalifah. Mereka mengangkat dirinya menjadi “Penguasa Sebenarnya” sedang Khalifah menjadi “Permainan” di tangan mereka.

Faktor luar karena mereka mengancam rakyat untuk menganut paham Syiah yang menjadi mazhab mereka. Hal ini menimbulkan pemberontakan. Gubernur Iskandariyah Ibn Al-Silar menyerbu ke Kairo pada saat menteri dijabat Najamuddin ibn Mishal.

Terjadi bentrok dan peperangan di antara dua pasukan tersebut. Demikianlah terjadi silih berganti perebutan kekuasaan. Anehnya setiap terjadi bentrok masing-masing minta bantuan kepada musuh.

Akan tetapi faktor yang mempercepat kehancuran Dinasti Fatimiyah adalah Perang Salib sebab pada saat Daulah Fatimiyah lemah orang Salib ingin menguasai Mesir.

Mereka datang hendak menyerbu Mesir pada saat memuncak konflik antara Daulah Fatimiyah dengan rakyat di Mesir.

Dalam situasi genting begini terpaksa Khalifah Fatimiyah minta bantuan kepada Nuruddin Zanki penguasa Syam dan Aleppo untuk membantunya memerangi orang Salib.

Baca juga: Kejayaan Daulah Fatimiyah: Pindahkan Ibu Kota dari Maroko ke Mesir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!