Kisah Sufi: Fatima si Pemintal Mencari Suami
Sabtu, 21 Desember 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Ajaran Sufi Hanya Bisa Dilakukan oleh Seorang Sufi
Suatu hari, tuan itu berkata kepada Fatima: "Fatima, pergilah dengan kapal muat membawa tiang-tiang kapal ke Jawa sebagai suruhanku, dan pastikan kau menjualnya dengan mendapatkan laba."
Fatima pun pergi berlayar. Namun, tatkala kapal itu berada di pesisir Cina, topan dahsyat menenggelamkannya, dan lagi-lagi Fatima menemukan dirinya terdampar di pantai di tanah asing.
Sekali lagi, gadis itu menangis sedih, sebab ia merasa tak sekalipun hidupnya berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkannya. Kapan pun segala sesuatu tampak mulai membaik, celaka datang dan menghancurkan segala asa.
"Mengapakah," keluhnya," setiap kali aku berusaha meraih kebahagian, selalu saja berakhir dengan dukacita? Mengapa begitu banyak hal buruk menimpaku?" Tetapi tak ada jawab. Kemudian, ia bangkit dan mulai berjalan ke kota.
Di Cina tak seorang pun pernah mendengar tentang Fatima, atau tahu sesuatu mengenai kemalangannya. Tetapi, ada legenda bahwa seorang asing, seorang wanita, suatu hari akan datang ke negeri itu, dan ia akan membuatkan sebuah tenda untuk Kaisar. Dan, oleh sebab orang Cina tak ada yang bisa membuat tenda, semua orang menantikan penggenapan ramalan tersebut dengan penuh sigap.
Untuk memastikan agar kedatangan wanita asing ini diketahui, maka Kaisar Cina turun-temurun mengikuti kebiasaan untuk mengirimkan pesan, setahun sekali, kepada kota dan desa di negeri itu, menanyakan tentang wanita asing yang harus dibawa ke istana.
Ketika Fatima dituntun masuk ke kota oleh nelayan Cina, penantian sekian lama akhirnya berujung. Orang-orang berbincang dengannya lewat seorang penerjemah, dan menyuruhnya ke istana menemui Kaisar.
"Nyonya," kata Sang Kaisar, ketika Fatima, dibawa menghadap, "dapatkah Nyonya membuat sebuah tenda?"
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Syaikh Calon Hakim dan Noda Darah Sufi
Suatu hari, tuan itu berkata kepada Fatima: "Fatima, pergilah dengan kapal muat membawa tiang-tiang kapal ke Jawa sebagai suruhanku, dan pastikan kau menjualnya dengan mendapatkan laba."
Fatima pun pergi berlayar. Namun, tatkala kapal itu berada di pesisir Cina, topan dahsyat menenggelamkannya, dan lagi-lagi Fatima menemukan dirinya terdampar di pantai di tanah asing.
Sekali lagi, gadis itu menangis sedih, sebab ia merasa tak sekalipun hidupnya berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkannya. Kapan pun segala sesuatu tampak mulai membaik, celaka datang dan menghancurkan segala asa.
"Mengapakah," keluhnya," setiap kali aku berusaha meraih kebahagian, selalu saja berakhir dengan dukacita? Mengapa begitu banyak hal buruk menimpaku?" Tetapi tak ada jawab. Kemudian, ia bangkit dan mulai berjalan ke kota.
Di Cina tak seorang pun pernah mendengar tentang Fatima, atau tahu sesuatu mengenai kemalangannya. Tetapi, ada legenda bahwa seorang asing, seorang wanita, suatu hari akan datang ke negeri itu, dan ia akan membuatkan sebuah tenda untuk Kaisar. Dan, oleh sebab orang Cina tak ada yang bisa membuat tenda, semua orang menantikan penggenapan ramalan tersebut dengan penuh sigap.
Untuk memastikan agar kedatangan wanita asing ini diketahui, maka Kaisar Cina turun-temurun mengikuti kebiasaan untuk mengirimkan pesan, setahun sekali, kepada kota dan desa di negeri itu, menanyakan tentang wanita asing yang harus dibawa ke istana.
Ketika Fatima dituntun masuk ke kota oleh nelayan Cina, penantian sekian lama akhirnya berujung. Orang-orang berbincang dengannya lewat seorang penerjemah, dan menyuruhnya ke istana menemui Kaisar.
"Nyonya," kata Sang Kaisar, ketika Fatima, dibawa menghadap, "dapatkah Nyonya membuat sebuah tenda?"
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Syaikh Calon Hakim dan Noda Darah Sufi
Lihat Juga :