Keutamaan Syafa'at dan Cara Mendapatkannya

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 07:20 WIB
Syafa’at hanyalah milik Allah Taala, tidak akan Allah berikan kepada seseorang kecuali setelah memenuhi syarat-syaratnya. Foto ilustrasi/ist
Muslimah, di antara perkara yang kita butuhkan untuk keselamatan kita di dunia dan akhirat adalah syafa’at . Syafa’at ini hakikatnya adalah rekomendasi . Rekomendasi dari seseorang terhadap Allah subhanahu wa ta’ala agar kita mendapatkan ampunanNya yang terbesar, yaitu surganya sebagai pahala yang paling besar yang Allah berikan kepada hambaNya.

Bagaimana kita bisa mendapatkan syafa'at ini? Ustadz Abu Yahya Badruzaman, Lc, mubaligh alumnus Universitas Islam Madinah yang juga pemilik kanal jaringan dakwah ini memaparkan dalam ceramahnya sebagai berikut, sebagai muslim, kita mempunyai keyakinan bahwa syafa’at hanyalah milik Allah saja. Para Nabi tidak bisa memberikan syafa’at tanpa izin dari Allah. Para wali tidak bisa memberikan syafa’at tanpa izin dari Allah subhanahu wa ta’ala.

(Baca juga : Mengenal Istilah Mahar dalam Kosakata Al-Qur'an )

Allah Ta'ala berfirman:

قُل لِّلَّـهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا…

“Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu semuanya…” (QS. Az-Zumar[39]: 44)

Maka syafa’at hanyalah milik Allah. Tidak akan Allah berikan kepada seseorang kecuali setelah memenuhi dua syarat . Yang pertama adalah izin dari Allah dan yang kedua ridha Allah kepada yang memberikan syafa’at dan yang diberikan syafa’at. Allah berfirman:

وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّـهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ ﴿٢٦﴾

“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An-Najm : 26)

(Baca juga : Untuk Muslimah, Pakaian adalah Nikmat Besar dari Allah Ta'ala )

Meminta syafa’at hanyalah hak Allah dan untuk Allah saja. Tidak diperkenankan meminta syafa’at kepada selain Allah. Karena syafa’at hanyalah milik Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun mengharapkan syafa’at para Nabi dengan perkara yang disyariatkan oleh Allah, maka yang seperti itu pun diperbolehkan dalam syariat Islam .

Rasulullah diberikan oleh Allah hak memberikan syafa’at. Bahkan diberikan oleh Allah syafa’atul udzma (syafa’at yang paling besar) nanti pada hari kiamat. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَخَيَّرَنِى بَيْنَ أَنْ يُدْخِلَ نِصْفَ أُمَّتِى الْجَنَّةَ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ وَهِىَ لِمَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!