Belajar dari Kemuliaan Keluarga Imran

Sabtu, 17 April 2021 - 06:15 WIB
Baca juga: Permintaan Daging Sapi Asal Australia Kian Meningkat Saat Ramadan

Allah mengirimkan Zakaria untuk memeliharanya, disebabkan ayahnya, Imran telah meninggal. Bukan hanya itu, Allah pun senantiasa melimpahkan rezekinya dengan makanan yang Allah kirimkan kepada Maryam. “Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab, dia dapati makanan disisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam, darimana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Ali Imran: 37)

Baca juga: Berduka, Biden Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Keistimewaan keluarga Imran tak berakhir sampai di situ. Maryam, wanita suci dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu seorang nabi. Ternyata keistimewaan keluarga ini tak hanya sampai pada anaknya, namun semakin meningkat kualitas generasinya hingga ke cucunya, yakni Nabi Isa ‘Alahissalam. Doa dan madrasah iman yang dilakukan oleh Imran dan istrinya berujung pada lahirnya seorang nabi.

Muslimah, dari keluarga Imran ini kita bisa belajar. Bagaimana kualitas seorang anak sangat ditentukan oleh peran orang tua. Proses pendidikan yang dilakukan orang tua kepada anaknya menjadi kunci utama kualitas seseorang.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim)

Baca juga: Gempar Pesta Dugem di Resto Milik Ketua DPRD Palopo, Polisi Bungkam

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!