Ramadhan di Tarim, Sholat Tarawih Bisa 100 Rakaat Hingga Jelang Subuh

Kamis, 22 April 2021 - 09:15 WIB
Beginilah pemadangan Sholat Tarawih di Kota Tarim, Yaman. Warga muslim di kota ini sudah terbiasa melaksanakan sholat Tarawih berjamaah hingga menjelang Shubuh. Foto/dok Muhammad Fathullah
Ramadhan di Kota Tarim Hadhramaut, Yaman boleh dikatakan sangat istimewa. Pelaksanaan ibadah seperti sholat Tarawih di kota ini berbeda dari negeri muslim yang ada di dunia.

Hampir sepanjang malam, muslim di Tarim menghabiskan waktunya menghidupkan sholat Tarawih berjamaah. Mengenai rakaatnya jangan tanya, seseorang bisa melaksanakan sholat Tarawih hingga 100 rakaat jika ia mampu.

Tarim merupakan satu kota di wilayah Hadhramaut, provinsi terbesar di Yaman. Kota ini lebih terkenal dengan keilmuan dan kerohaniannya dibandingkan kota-kota lainnya di Yaman.

Nama Tarim diambil dari nama seorang penguasa yang membangun kota tersebut, yaitu Tarim bin Hadhramaut. Menurut sumber lain dikatakan bahwa yang membangun Kota Tarim adalah Sa'ad Al-Kamil. Adapun sebutan lain dari Kota Tarim adalah Al-Ghanna yang artinya sebuah tempat yang sangat subur. Disebut demikian, karena di kota Tarim banyak terdapat tempat-tempat yang rimbun, pohon-pohon yang tumbuh dan banyak pula sumber airnya.

Selain subur, kota ini juga dikenal sebagai pusat berkumpulnya para aulia Allah dan ulama-ulama besar ahli fikih. Kota ini juga pusat dari berbagai disiplin ilmu Agama. Pernah dituturkan oleh As-Syekh Ali bin Salim: "Sesungguhnya yang berdiri di saf pertama di Masjid Jamik Kota Tarim pada saat ibadah salat Jumat semuanya adalah ulama yang saleh."

Salah satu keistimewaan Tarim adalah selalu dikunjungi banyak orang yang berniat untuk berziarah, atau sekadar mengambil berkah kepada para aulia Allah. Selain itu menuntut ilmu agama seperti yang dilakukan oleh pekajar-pelajar asal Indonesia maupun dari negara lain di dunia.

Ibadah Sepanjang Malam



Menjelang memasuki bulan Ramadhan, warga Tarim sudah biasa mengikuti pengajian untuk Tarhib atau menyambut kedatangan tamu agung tersebut. Ketika memasuki bulan Ramadhan, keadaan Kota Tarim berubah 180 derajat. Siang menjadi malam dan suasana malam menjadi siang.

Seperti aktivitas jual beli dan transaksi laninya dilaksanakan pada malam hari sampai menjelang terbit Fajar. Pasar dan aneka toko semuanya dibuka di malam hari. Hanya sedikit saja yang bisa kita jumpai dari selepas sholat Subuh sampai Zuhur, karena waktu ini adalah waktunya orang- orang beristirahat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!