6 Amalan Orang Hidup yang Bermanfaat Bagi Orang Wafat
Minggu, 19 September 2021 - 17:29 WIB
Disyaratkannya berniat, hal yang wajib yaitu adanya niat untuk aktivitas atas nama mayit. Imam Ibnu 'Aqil mengatakan: "Jika melakukan ketaatan baik berupa shalat, puasa, membaca Al-Qur'an, dan menghadiahkannya dan menjadikan pahalanya untuk mayit muslim, maka menyampaikan untuknya adalah sesuatu yang mendatangkan manfaat baginya, dengan syarat mendahulukannya dengan niat melakukan ketaatan." Pendapat ini dinilai lebih kuat oleh Imam Ibnul Qayyim. (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/568-570)
Beberapa Catatan:
1. Untuk amalan No 3, yaitu berpuasa atas nama orang wafat dan dia tidak puasa Ramadhan. Ada dua pendapat yang mesti dilakukan oleh ahli warisnya yaitu:
- FIDYAH, bukan puasa. Ini pendapat mayoritas ulama, kecuali sebagian Syafi’iyah. Bagi mayoritas ulama berpuasa itu jika si mayit sebelumnya nadzar.
- PUASA, bukan fidyah. Ini pendapat sebagian Syafi'iyyah, dan inilah yang dianggap lebih Shahih menurut Imam An Nawawi.
2. Untuk aktivitas No 5 Shalat dan 6 Membaca Al Quran, ini juga diperselisihkan ulama.
Shalat dengan pahala dihadiahkan buat mayit, adalah sampai pahala tersebut menurut Hambaliyah generasi awal, juga Hanafiyah, sebagian Malikiyah dan Syafi'iyyah. Inilah yang dinilai lebih kuat oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Abdullah Al Faqih.
Membaca Al-Qur'an buat mayit, sudah jelas dari Syaikh Sayyid Sabiq bahwa hal itu sampai menurut mayoritas ulama. Dan tidak sampai menurut yang masyhur dari Syafi'iyyah. Kalangan mu'tazilah juga mengatakan tidak sampai, seperti yang diceritakan oleh Imam Asy- Syaukani.
3. Ada beberapa poin yang belum dibahas oleh Syekh Sayyid Sabiq, di antaranya: Aqiqah, Qurban, dan umrah. Para ulama pun juga berselisih atas kebolehan tiga hal ini diniatkan untuk orang yang sudah wafat.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
Beberapa Catatan:
1. Untuk amalan No 3, yaitu berpuasa atas nama orang wafat dan dia tidak puasa Ramadhan. Ada dua pendapat yang mesti dilakukan oleh ahli warisnya yaitu:
- FIDYAH, bukan puasa. Ini pendapat mayoritas ulama, kecuali sebagian Syafi’iyah. Bagi mayoritas ulama berpuasa itu jika si mayit sebelumnya nadzar.
- PUASA, bukan fidyah. Ini pendapat sebagian Syafi'iyyah, dan inilah yang dianggap lebih Shahih menurut Imam An Nawawi.
2. Untuk aktivitas No 5 Shalat dan 6 Membaca Al Quran, ini juga diperselisihkan ulama.
Shalat dengan pahala dihadiahkan buat mayit, adalah sampai pahala tersebut menurut Hambaliyah generasi awal, juga Hanafiyah, sebagian Malikiyah dan Syafi'iyyah. Inilah yang dinilai lebih kuat oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Abdullah Al Faqih.
Membaca Al-Qur'an buat mayit, sudah jelas dari Syaikh Sayyid Sabiq bahwa hal itu sampai menurut mayoritas ulama. Dan tidak sampai menurut yang masyhur dari Syafi'iyyah. Kalangan mu'tazilah juga mengatakan tidak sampai, seperti yang diceritakan oleh Imam Asy- Syaukani.
3. Ada beberapa poin yang belum dibahas oleh Syekh Sayyid Sabiq, di antaranya: Aqiqah, Qurban, dan umrah. Para ulama pun juga berselisih atas kebolehan tiga hal ini diniatkan untuk orang yang sudah wafat.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
(rhs)
Lihat Juga :