Tiga Salawat yang Dianjurkan untuk Diamalkan di Hari Jumat
Kamis, 04 November 2021 - 19:24 WIB
Tafsir QS al-Ahzab Ayat 56
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan makna yang dimaksud dari QS al-Ahzab ayat 56 ialah Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di kalangan makhluk-Nya yang tertinggi (para malaikat), bahwa Dia memujinya di kalangan para malaikat yang terdekat dengan-Nya, dan bahwa para malaikat pun ikut bersalawat untuknya.
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada penghuni alam bawah (bumi) untuk bersalawat dan bersalam untuk Nabi SAW. Dengan demikian, maka terhimpunkanlah baginya pujian dari kalangan penduduk alam atas dan alam bawah.
Ibn Asyur dalam kitabnya berjudul al-Tahrir wa al-Tanwir menerangkan bahwa salawat yang diperintahkan tak hanya kepada Nabi Muhammad belaka, tetapi juga kepada para istri dan keluarga beliau.
Dengan bersalawat kepada Nabi Muhammad, derajat seorang hamba menjadi dekat dengan para malaikat dan Allah.
Hal ini ditunjukkan dengan penyebutan orang-orang mukmin setelah malaikat dan Allah. Kemudian bentuk kalimat ayat tersebut adalah jumlah ismiyah yang memberi faidah menguatkan kabar, yaitu yushalluna (bersalawat), dan dibuka oleh lafal jalalah sebagai pengagungan terhadap perkara yang dikandung ayat tersebut.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan makna yang dimaksud dari QS al-Ahzab ayat 56 ialah Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di kalangan makhluk-Nya yang tertinggi (para malaikat), bahwa Dia memujinya di kalangan para malaikat yang terdekat dengan-Nya, dan bahwa para malaikat pun ikut bersalawat untuknya.
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada penghuni alam bawah (bumi) untuk bersalawat dan bersalam untuk Nabi SAW. Dengan demikian, maka terhimpunkanlah baginya pujian dari kalangan penduduk alam atas dan alam bawah.
Ibn Asyur dalam kitabnya berjudul al-Tahrir wa al-Tanwir menerangkan bahwa salawat yang diperintahkan tak hanya kepada Nabi Muhammad belaka, tetapi juga kepada para istri dan keluarga beliau.
Dengan bersalawat kepada Nabi Muhammad, derajat seorang hamba menjadi dekat dengan para malaikat dan Allah.
Hal ini ditunjukkan dengan penyebutan orang-orang mukmin setelah malaikat dan Allah. Kemudian bentuk kalimat ayat tersebut adalah jumlah ismiyah yang memberi faidah menguatkan kabar, yaitu yushalluna (bersalawat), dan dibuka oleh lafal jalalah sebagai pengagungan terhadap perkara yang dikandung ayat tersebut.
(mhy)
Lihat Juga :