Cara Cerdas Abu Nawas Menghitung Bulu Ekor Keledai

Selasa, 16 Juni 2020 - 21:10 WIB
"Nah, kalau aku bodoh, berarti saudara juga bodoh. Bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?" ujar Abu Nawas tak mau kalah.



Mendengar jawaban itu, si orang kedua pun langsung mengunci mulutnya. Sekarang tampillah orang ketiga. Orang ini konon paling cerdas di antara yang lain. Ia memang agak terganggu oleh kecerdikan Abu Nawas dan dengan ketus ia bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai. Coba saudara katakan kepadaku, berapa jumlah bulu yang ada di ekor keledai itu?"

Sebuah pernyataan yang tidak kreatif dan nyaris mirip orang pertama dan kedua. Ini tentu saja membuat Abu Nawas tertawa mengejek.

"Aku tahu jumlahnya. Jumlah bulu yang ada di ekor keledaiku ini sama dengan jumlah rambut yang ada di janggut saudara," jawab Abu Nawas dengan senyum-senyum.



"Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?" tanya orang ketiga penasaran.

"Oh itu mudah saja. Begini, saudara mencabut sehelai bulu dari ekor keledaiku, kemudian saya akan mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka yang aku katakan adalah benar. Kalau tidak, berarti saya keliru, "jawab Abu Nawas.



Tentu saja orang ketiga itu dibuat mati kutu oleh Abu Nawas. Bisa dibayangkan sakitnya jika rambut di janggut itu dicabut satu per sana sejumlah bulu di ekor keledai Abu Nawas. Orang ketiga tak terima dengan cara menghitung demikian. Hanya saja, dia tak bisa berkutik. Para penonton pun menganggap Abu Nawas pemenangnya. ( )

(mhy)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنۡ سُلٰلَةٍ مِّنۡ طِيۡنٍ‌ (١٢) ثُمَّ جَعَلۡنٰهُ نُطۡفَةً فِىۡ قَرَارٍ مَّكِيۡنٍ (١٣) ثُمَّ خَلَقۡنَا النُّطۡفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقۡنَا الۡعَلَقَةَ مُضۡغَةً فَخَلَقۡنَا الۡمُضۡغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوۡنَا الۡعِظٰمَ لَحۡمًا ثُمَّ اَنۡشَاۡنٰهُ خَلۡقًا اٰخَرَ‌ ؕ فَتَبٰـرَكَ اللّٰهُ اَحۡسَنُ الۡخٰلِقِيۡنَ (١٤) ثُمَّ اِنَّكُمۡ بَعۡدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوۡنَؕ (١٥) ثُمَّ اِنَّكُمۡ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ تُبۡعَثُوۡنَ (١٦)
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati berasal dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian setelah itu, sesungguhnya kamu pasti mati. Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan dari kuburmu pada hari Kiamat.

(QS. Al-Mu'minun Ayat 12-16)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More