Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Jum'at, 03 Juni 2022 - 23:29 WIB
Doa Penutup

Setelah membaca Surat Al-Fatihah, ayat-ayat Al-Qur'an, tahlil, tasbih, istighfar, sholawat dan kalimat Thoyyibah lainnya, kita dianjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَاَبَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً مِنَّا وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ


Artinya: "Ya Allah, jadikan, sampaikanlah, dan terimalah pahala bacaan Al-Qur'an kami, bacaan tahlil, bacaan tasbih, istighfar, dan bacaan shalawat kami sebagai hadiah yang bersambung dari kami, rahmat yang turun, dan keberkahan yang merata untuk kekasih kami, pemberi syafaat kami, kesenangan kami, pemimpin serta tuan kami, penolong kami, kesenangan kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, seluruh Nabi dan Rasul, para wali, syuhada, orang saleh, para sahabat, tabi’in, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama penulis yang ikhlas, seluruh mujahid di jalan Allah, dan para Malaikat muqarrabin."

وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى...(فلان/فلانة، وأهل هذا البيت، وأقرباؤهم


Wa Nakhosshu khushuushon ilaa....(Fulan/Fulanah wa Ahli Haadzal Baiti wa Aqribawuhum)

Artinya: "Sampaikanlah pahala semua yang kami baca khususnya untuk (sebutkan nama-nama almarhum/almarhumah yang dimaksud, keluarganya seisi rumah, dan kerabatnya)."

Cara Berdoa dengan Kalimat Pendek:

1. Untuk Ayah yang Sudah Wafat

Khushuushon ilaa ruuhi Abii Bin..... (sebut nama ayah dan nama ayahnya). Allahumghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu, Lahul-Faatihah."

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya ayahku bin..... (sebut nama ayah dan nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

2. Untuk Ibu yang Sudah Wafat

Khushuushon ilaa ruuhi Ummii Binti..... (sebut nama ibu dan nama ayahnya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa 'aafihaa wa'fu 'anhaa, Lahal-Faatihah.

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya ibuku binti..... (sebut nama ibu dan nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

(rhs)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Aisyah Ummul Mukminin, bahwa ia berkata:  Sudah biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa beberapa hari, hingga kami mengira bahwa beliau akan berpuasa terus. Namun beliau juga biasa berbuka (tidak puasa) beberapa hari hingga kami mengira bahwa beliau akan tidak puasa terus. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasanya sebulan penuh, kecuali Ramadhan.  Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada puasanya ketika bulan Sya'ban.

(HR. Muslim No. 1956)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More