Kisah Perjalanan Sayyidina Husain ke Karbala, Bergabungnya Zuhair bin Qain
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 20:01 WIB
Zuhair bin Qain adalah seorang pembela setia Utsman bin Affan. Beliau sahid sebelum Tragedi Karbala. Foto/Ilustrasi: pinterest
Pada Jumat, 18 Dzulhijjah 60 H, Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib as (cucu Rasulullah SAW ) dan rombongan bermalam di Dzatul 'Irq, dalam perjalanan menuju ke Karbala. Ini adalah sebuah persinggahan yang digunakan oleh para jamaah haji dari Irak untuk memulai ihram. Persinggahan ini dikenal sebagai pembatas antara Tuhamah dan Najd.
Tatkala pagi tiba, Zainab binti Ali bin Abi Thalib yang ikut dalam caravan Husein as menjumpai saudarana seraya berkata, "Wahai saudaraku! Saya keluar dari kemah di pertengahan malam dan mendengar suara penyeru yang menyenandungkan dua bait syair berikut ini:
Hai mata, menangislah dengan penuh sedih; siapakah yang akan menangisi syuhada ini setelahku.
Menangislah atas kaum yang telah dibimbing oleh kematian ini; sehingga mereka menepati janji yang telah diikat terhadap Allah.
Baca juga: Kisah Sayyidina Husein Meninggalkan Madinah Demi Memperbaiki Umat Kakeknya
Mendengar itu, Husain as membesarkan hati saudara perempuan beliau dan mengajaknya supaya bersabar.
Sekadar mengingatkan, Zainab adalah putri Ali bin Abi Thalib dan ibunya Sayidah Fatimah , Zainab namanya yang paling terkenal yang dalam bahasa Arab berarti pohon yang indah dipandang dan harum dan makna lainnya adalah "Zein Ab" yaitu hiasan (bagi) ayah.
Sayidah Zainab lahir di kota Madinah pada 5 Jumadil Awal 5 H. Di Iran, hari kelahirannya ini diperingati sebagai "Hari Perawat".
Berdasarkan beberapa riwayat, penamaan Sayidah Zainab dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Syarif al-Qurasyi dalam bukunya berjudul "As-Sayidah Zainab" menyebut bahwa malaikat Jibril atas perintah Allah SWT datang dan memberikan nama tersebut kepada Nabi SAW.
Dalam buku al-Khashāish al-Zainabiyah karya Jazairi dimuat bahwa Nabi SAW menciumnya dan bersabda, "Aku berwasiat kepada umatku yang hadir dan yang gaib untuk menjaga kehormatan anak perempuan ini. Karena sesungguhnya dia (bagiku) bagaikan Khadijah al-Kubra.
Tatkala pagi tiba, Zainab binti Ali bin Abi Thalib yang ikut dalam caravan Husein as menjumpai saudarana seraya berkata, "Wahai saudaraku! Saya keluar dari kemah di pertengahan malam dan mendengar suara penyeru yang menyenandungkan dua bait syair berikut ini:
Hai mata, menangislah dengan penuh sedih; siapakah yang akan menangisi syuhada ini setelahku.
Menangislah atas kaum yang telah dibimbing oleh kematian ini; sehingga mereka menepati janji yang telah diikat terhadap Allah.
Baca juga: Kisah Sayyidina Husein Meninggalkan Madinah Demi Memperbaiki Umat Kakeknya
Mendengar itu, Husain as membesarkan hati saudara perempuan beliau dan mengajaknya supaya bersabar.
Sekadar mengingatkan, Zainab adalah putri Ali bin Abi Thalib dan ibunya Sayidah Fatimah , Zainab namanya yang paling terkenal yang dalam bahasa Arab berarti pohon yang indah dipandang dan harum dan makna lainnya adalah "Zein Ab" yaitu hiasan (bagi) ayah.
Sayidah Zainab lahir di kota Madinah pada 5 Jumadil Awal 5 H. Di Iran, hari kelahirannya ini diperingati sebagai "Hari Perawat".
Berdasarkan beberapa riwayat, penamaan Sayidah Zainab dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Syarif al-Qurasyi dalam bukunya berjudul "As-Sayidah Zainab" menyebut bahwa malaikat Jibril atas perintah Allah SWT datang dan memberikan nama tersebut kepada Nabi SAW.
Dalam buku al-Khashāish al-Zainabiyah karya Jazairi dimuat bahwa Nabi SAW menciumnya dan bersabda, "Aku berwasiat kepada umatku yang hadir dan yang gaib untuk menjaga kehormatan anak perempuan ini. Karena sesungguhnya dia (bagiku) bagaikan Khadijah al-Kubra.
Lihat Juga :