Doa Melontar Jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah
Jum'at, 30 September 2022 - 15:24 WIB
Berikut doa melontar jumrah yang diajarkan Imam al-Ghazali. Foto/Ilustrasi: Arabian Business
Doa melempar jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah disarankan Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin . Beliau mengatakan, saat melempar jumrah dianjurkan membaca doa berikut ini
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا
Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.
Doa ini dibaca setiap melempar jumrah, baik jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.
Baca juga: Kewajiban Haji: Hukum Melontar Jumrah pada Malam Hari
Melontar Jumrah dilakukan di kompleks jembatan Jumrah di kota Mina. Melempar jumrah dilakukan dengan batu-batu kecil yang dikumpulkan di hamparan Muzdalifah.
Ketiga jumrah tersebut ada nilai sejarahnya pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih Nabi Ismail yang nantinya oleh Allah digantikan menjadi kambing, selalu dihalang-halangi oleh setan.
Ketiga jumrah itulah sebagai tugu peringatan Nabi Ibrahim dan anaknya melempari setan dengan batu, mulai dari Jumratul Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.
Doa Setelah Melontar Jumrah
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا
Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.
Doa ini dibaca setiap melempar jumrah, baik jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.
Baca juga: Kewajiban Haji: Hukum Melontar Jumrah pada Malam Hari
Melontar Jumrah dilakukan di kompleks jembatan Jumrah di kota Mina. Melempar jumrah dilakukan dengan batu-batu kecil yang dikumpulkan di hamparan Muzdalifah.
Ketiga jumrah tersebut ada nilai sejarahnya pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih Nabi Ismail yang nantinya oleh Allah digantikan menjadi kambing, selalu dihalang-halangi oleh setan.
Ketiga jumrah itulah sebagai tugu peringatan Nabi Ibrahim dan anaknya melempari setan dengan batu, mulai dari Jumratul Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.
Doa Setelah Melontar Jumrah
Lihat Juga :