Makna dan 11 Jenis Bacaan Istighfar yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

Senin, 17 Oktober 2022 - 11:34 WIB
Istighfar itu disyariatkan untuk dibaca kapan pun, hanya saja hukumnya menjadi wajib saat kita melakukan perbuatan dosa. Foto ilustrasi/ist
Istighfar memiliki arti meminta ampunan atau maghfirah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Maghfirah sendiri berasal dari kata ghafara (bahasa Arab) yang maknanya menutupi dan memaafkan. Artinya, ketika seseorang beristighfar , ia minta kepada Allah agar dosanya ditutupi sehingga tidak ada orang lain yang mengetahuinya, sekaligus dimaafkan sehingga terbebas dari sanksi.

Umumnya, kata istighfar sering digunakan dalam pengertian taubat. Keduanya sama-sama memiliki pengertian kembali kepada Allah dan harapan agar Allah menghilangkan apa-apa yang tidak baik. Hanya saja, istighfar berupa permohonan lisan seorang hamba, sedangkan taubat berupa usahanya.



Menurut Ustadz Sufyan Basweidan,MA, hukum asal istighfar adalah sunnah, sebab alasan beristighfar tidak harus karena dosa. Sebagaimana praktik Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari, padahal beliau tidak memiliki dosa sama sekali. Kendatipun demikian, istighfar bisa menjadi wajib hukumnya, seperti istighfar akibat maksiat. Atau bahkan haram hukumnya, seperti memintakan ampunan bagi orang kafir.

Dalilnya, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Aku pernah minta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun Allah tidak mengizinkan” (HR. Muslim).

Istighfar bisa dilakukan dengan berbagai lafazh. Dengan mengatakan astaghfirullah. Atau astaghfirullaaha wa atuubu ilaih. Atau yang lebih afdhal:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ، وَأَتُوبُ إِلَيهِ


“Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada ilah melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Barangsiapa mengucapkan istighfar seperti itu, dosanya diampuni walau dia lari dari medan perang. "Percaya atau tidak, semua keinginan Anda terutama soal rezeki juga bisa terkabul dengan istighfar. Karena itu, agar terus terjaga dari maksiat, maka hendaknya mejaga diri dengan memperbanyak istighfar,"ungkap dai yang rutin mengisi kajian di Jakarta itu.



Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Amalah apakah yang paling utama? Beliau menjawab: Shalat pada waktunya. Aku bertanya lagi, Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi, Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Berjuang pada jalan Allah. Kemudian aku tidak menambah pertanyaan lagi karena menjaga perasaan beliau.

(HR. Bukhari No. 5513)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More