Para Nabi dan Rasul Beristigfar: Berikut Ini Tobat Mereka
Senin, 07 Oktober 2024 - 15:47 WIB
loading...
Para nabi adalah manusia yang paling bersegera dalam melakukan istigfar. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "At Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, Kairo, 1998) mengatakan Allah SWT memuji nabi-nabi-Nya dalam Al Qur'an dengan tindakan mereka yang melakukan istigfar. Mereka adalah manusia yang paling bersegera dalam melakukan istigfar dan yang paling senang melakukannya.
Dalam kisah Adam , nenek moyang manusia, beliau beristigfar ketika beliau dibujuk oleh setan hingga beliau dan istrinya memakan pohon yang dilarang itu. Maka beliau segera meminta istigfar dan kembali kepada-Nya:
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." [ QS al A'raf : 23].
Baca juga: Sayyidul Istighfar, Raja Diraja Istighfar yang Dahsyat Manfaatnya
Nabi Nuh as , pemimpin para rasul itu meminta istigfar bagi dirinya, kedua orang ketuanya, dan bagi semua orang yang berhak atasnya, juga bagi kaum mukminin dan mukminat:
"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." [ QS Nuh : 28].
Dan Nabi Ibrahim as berdoa:
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." [ QS Ibrahim : 41].
"Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [ QS al Mumtahanah : 4-5.].
Baca juga: Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Nabi Musa as yang secara tidak sengaja membunuh seorang manusia, sebelum beliau mendapatkan kerasulannya, segera meminta ampunan kepada Rabbnya atas kesalahannya itu.
Dalam kisah Adam , nenek moyang manusia, beliau beristigfar ketika beliau dibujuk oleh setan hingga beliau dan istrinya memakan pohon yang dilarang itu. Maka beliau segera meminta istigfar dan kembali kepada-Nya:
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." [ QS al A'raf : 23].
Baca juga: Sayyidul Istighfar, Raja Diraja Istighfar yang Dahsyat Manfaatnya
Nabi Nuh as , pemimpin para rasul itu meminta istigfar bagi dirinya, kedua orang ketuanya, dan bagi semua orang yang berhak atasnya, juga bagi kaum mukminin dan mukminat:
"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." [ QS Nuh : 28].
Dan Nabi Ibrahim as berdoa:
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." [ QS Ibrahim : 41].
"Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [ QS al Mumtahanah : 4-5.].
Baca juga: Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Nabi Musa as yang secara tidak sengaja membunuh seorang manusia, sebelum beliau mendapatkan kerasulannya, segera meminta ampunan kepada Rabbnya atas kesalahannya itu.
Lihat Juga :