Titik Temu Modern Islam dan Kristen Menurut William Montgomery Watt

Kamis, 19 Januari 2023 - 18:33 WIB
loading...
A A A
Bagi umat Islam di India-Inggris begitu amat berbeda. Inggris membangun sekolah-sekolah model Eropa dalam rangka melatih dan mendidik murid-murid untuk menduduki jabatan-jabatan rendah dalam bidang administrasi. Kesempatan pendidikan ini disambut dengan semangat tinggi oleh umat Hindu, namun kurang mendapat perhatian bagi kebanyakan umat Islam.

Akibatnya adalah umat Hindu yang bekerja di bidang administrasi pemerintahan jumlahnya lebih besar daripada umat Hindu yang bekerja di negeri ini secara keseluruhan.

Kemarahan umat Islam atas kenyataan ini merupakan salah satu faktor yang membawa Pemberontakan besar-besaran bangsa India pada tahun 1857.

Sir Sayyid Ahmad Khan
Setelah Pemberontakan ini padam umat Islam kesal dan patah hati, namun Sir Sayyid Ahmad Khan membujuk umat Islam agar dapat mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Inggris tanpa takut kehilangan keimanannya dan pendidikan tersebut begitu menarik perhatian masyarakat Islam, yang kalau tidak demikian maka umat Islam India akan terjebak ke dalam posisi yang rendah.

Untuk tujuan-tujuannya lebih lanjut, Ahmad Khan mendirikan Perguruan Islam Anglo-Oriental, yang kemudian berkembang menjadi Universitas Aligarh. Dia begitu dahsyat ditentang oleh ulama dan golongan konservatif di India, dituduh sebagai bid'ah dan kufur bahkan dihukum mati oleh Mufti Madinah.

Di samping oposisi sejumlah besar umat Islam ini dilancarkan untuk pendidikan Inggris bagi anak-anak mereka, dinyatakan bahwa hanya dengan cara inilah umat Islam mempunyai tempat di masa depan India.

Pengikut Sir Sayyid Ahmad Khan adalah Ameer Ali, yang menulis buku yang dalam edisi kemudian diberi judul The Spint of Islam.

Dengan cara ini dia mencoba menunjukkan bahwa Islam itu tidak terbelakang, melainkan sesuai dengan semua nilai Kemenangan liberalisme. Dia menjangkau sejarah yang hampir menciptakan titik-titik akhirnya, namun dia memampukan pembaratan umat Islam agar merasa bahwa agama Islam itu tidak rendah mutunya dibandingkan dengan agama Kristen.

Orang dapat memenuhi isi yang menjelaskan semua nilai-nilai yang berbeda tentang baratisasi yang dipegangi oleh umat Islam pada abad sekarang. Kiranya tepat untuk menggunakan istilah golongan "liberal" untuk orang-orang yang menerima tingkat westernisasi intelektual atau pendidikan, namun mereka begitu amat berbeda pada tingkatan westernisasi yang mereka terima. Kebanyakan peduli untuk mempertahankan sesuatu yang Islami secara distinktif.

Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW

Dalam buku yang berjudul Islamic Foundamentalism and Modernity (halaman 65-70) (lihat Bab 3, catatan 26) saya memberikan keterangan ringkas tentang pemikiran mutakhir umat Islam liberal di berbagai negeri, secara khusus menjelaskan Mohammad Arkoun yang orang Algeria dan Fazlur Rahman yang orang Pakistan itu, yang belakangan telah meninggal dunia.

Kedua orang pemikir ini bergerak begitu mudah di percaturan intelektual barat dan mengakui prinsip-prinsip sejarah dan kritisme literer, sungguhpun keprofesorannya di Chicago dan Paris telah memberi mereka kebebasan yang lebih besar untuk menerbitkan pemikiran dari para pemikir di negeri-negeri Islam.

Keduanya bersiteguh dengan pendapat bahwa tempat sentral harus diberikan untuk telaah yang segar Al-Qur'an dari pandangan modern dan harus mengindikasikan garis-garis yang mereka pikirkan untuk yang akan datang. Maka kemajuan-kemajuan akan menciptakan arah formasi self image Islam lebih sahih bagi hari ini, namun masih tetap ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Semua gerakan ke arah westernisasi itu sangat ditentang oleh golongan fundamentalis dan mereka terkadang memberi kesan ingin menghilangkan kultur barat sama sekali. Namun demikian, di sisi lain mereka masih tetap ingin memperoleh keuntungan dari produk-produk teknologi barat; dan pada akhirnya mereka juga agaknya menghendaki negeri-negeri mereka itu mampu menghasilkan barang-barang tersebut.

Apa yang mereka rasa gagal memahami adalah, meskipun manufaktur televisi dan komputer itu menjadi hal yang teknis semata tidak berkaitan dengan agama, hanyalah mungkin dihasilkan bila ada kerja keras dengan dibukanya pikiran manusia berasosiasi dengan pandangan barat yang modern; dan pembukaan pikiran manusia ini agaknya adalah yang diawasi keras oleh ulama.

Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Bagaimana Syariat Mengatur...
Bagaimana Syariat Mengatur Kehidupan Waria Sehari-hari?
Waria Bertobat : Bagaimana...
Waria Bertobat : Bagaimana Kedudukan Transgender dalam Islam?
Panduan Fashion Muslimah...
Panduan Fashion Muslimah Berdasarkan Al Quran dan Hadis
Mengenal Talak, Pengertian...
Mengenal Talak, Pengertian dan Jenis-jenis yang Penting Diketahui
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Rekomendasi
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved